kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Hari Ini dalam Sejarah: Tragedi 9/11 dan kisah tak terungkap di baliknya


Rabu, 11 September 2019 / 15:20 WIB
Hari Ini dalam Sejarah: Tragedi 9/11 dan kisah tak terungkap di baliknya
ILUSTRASI. Peringatan 16 tahun tragedi 9/11

Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tragedi 11 September 2001 yang populer dengan sebutan 9/11 masih menyisakan kenangan pahit.

Kala itu, warga Amerika Serikat berduka karena mendapatkan serangan 9/11 yang menewaskan hampir 3.000 orang dan membuat 6.000 lainnya luka-luka.

Tragedi 9/11 membuat dua menara kembar World Trade Center (WTC), yang menjadi pusat bisnis di kawasan Manhattan, diserang kelompok militan dengan menggunakan pesawat terbang.

Saat itu, terdapat empat pesawat yang diambil alih, yaitu America Airlines Penerbangan 11, American Airlines Penerbangan 77, United Airlines Penerbangan 175, dan United Airlines Penerbangan 93.

Tragedi ini bermula pada pukul 08.46 pagi, ketika Amerikan Airlines Penerbangan 11 yang dibajak menabrakkan diri ke North Tower WTC. Beberapa saat setelah itu, lima pembajak lain yang mengendarai United Airlines Penerbangan 175 menabrakkan ke Menara Selatan WTC.

Meski telah berselang selama 18 tahun, namun luka, ingatan, dan cerita pilu saat kejadian masih membekas. Berikut beberapa kisahnya:

Pegawai yang tidak pernah beristirahat

Direktur Eksekutif Morgan Stanley Greer Epstein jarang meninggalkan kantornya yang berada di lantai 67 di South Tower WTC karena ia tak pernah memiliki waktu.

Dilansir CNN, Selasa (9/10), sekitar 20 menit sebelum jam 09.00 pagi, seorang temannya menelepon dan mengajaknya untuk membeli rokok dan membiarakan rapat kerja yang akan datang. Epstein pun menyetujuinya.

Saat menaiki lift, Epstein merasakan laju lift sedikit tersentak. Namun, ia mengabaikannya. Epstein melangkah keluar gedung dan baru menyadari ada yang aneh di sekitarnya.

Saat itu, semua mata yang ada di luar gedung tertuju ke langit. Dia melihat adanya asap dan ada api di menara utara.
Sesaat setelah itu, ia menyaksikan sebuah pesawat melalui gedung tempatnya bekerja di menara selatan.

Mundur dari rencana liburan

Setiap hari, semua orang membuat keputusan, entah itu kecil atau keputusan besar. Setiap pertimbangan yang diambil tentu menempatkan seseorang dalam sebuah keadaan.

Begitu pula dengan Daniel Belardinelli, seorang seniman yang tinggal di New York. Sebelum kejadian, Belardinelli yang awalnya akan belrlibur ke Yosemite.

Tetapi, satu minggu sebelum pesawat berangkat, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan rencananya menaiki pesawat United Airlines Penerbangan 93. United Airlines Penerbangan 93 merupakan salah satu pesawat yang dibajak.

Tapi saat kejadian, para penumpang melakukan perlawanan. Akibatnya, pesawat terpaksa jatuh di sebuah lapangan di Shanksville, Pennsylvania.

Seminggu sebelum kejadian, Belardinelli memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana perjalanan karena ada pekerjaan yang sedang menantinya. Sayang, dalam perjalanan itu, paman Belardinelli yang berada di dalam pesawat menjadi korban tewas

Kode penerbangan yang salah

Pramugari United Airlines Elise O'Kane pada awalnya berniat untuk melakukan perjalanan biasa dari Boston ke Los Angeles. Tapi pada Agustus, saat ia sedang menjadwalkan penerbangan untuk September, O'Kane secara tidak sengaja membalik dua nomor kode terakhir, yang mengakibatkannya mendapat jadwal yang salah.

Dia menukar penerbangan dengan petugas lain untuk seluruh perjalanan, kecuali penerbangan 175 karena ia memang berencana untuk ke Los Angeles. Saat itu, O'Kane berusaha untuk mengganti jadwalnya. Ia pun masuk ke sistem komputer dan mencoba untuk meminta penerbangan tersebut.

Tap kala itu, sistem komputer membeku dan tidak memproses penerbangannya. Permintaannya untuk Penerbangan 175 ditolak. Dia harus terbang ke Denver dan bukannya Los Angeles.

Terlambat ke kantor

Pada pukul 8:45 pagi, Rob Herzog biasanya sudah berada di kantor Marsh & McLennan di lantai 96 North Tower WTC. Pada waktu itu, ia bekerja sebagai wakil presiden operasi di perusahaan tersebut.

Tapi dalam perjalanannya ke kantor, dia berhenti di sebuah kantor pos dekat apartemen Upper West Side. Kemudian, ia naik kereta bawah tanah lokal ke selatan dan mencoba untuk pindah ke stasiun di 59th Street.

"Saya mencoba beralih ke kereta ekspres A. Tapi saat itu kereta sangat ramai. Saya merasa sesak napas dan akhirnya kembali menggunakan kereta lokal," ucap Herzog.

Keputusannya untuk berganti kereta membuat Herzog terlambat lima menit ke kantornya. Ketika itu, sebuah pesawat Boeing 767 telah menabrak gedung tempatnya bekerja.

Cerita di balik foto Falling Man

Tragedi 9/11 pagi itu banyak menyisakan cerita misteri. Bahkan dalam kejadian itu, fotografer Richard Drew yang kemudian mengambil gambar serangan memotret seorang pria pria yang jatuh dan melewati gedung menuju ke tanah.

Melansir laman Time, foto itu diterbitkan di surat kabar di seluruh Amerika Serikat pada hari-hari setelah serangan dan menjadi salah satu gambar peringatan tragedi. Hingga bertahun-tahun setelah tragedi itu, identitas pria dalam foto yang dijuluki Falling Man itu belum menemukan titik terang.

Meski begitu, belakangan pria yang terpotret dalam foto tersebut diyakini merupakan karyawan di restoran Windows on the World yang berada di puncak North Tower.

Pramugari yang membantu mengidentifikasi para pembajak

American Airlines Penerbangan 11 adalah pesawat pertama yang dibajak pada pagi hari, 11 September 2001. Setelah para pembajak mengambil kendali atas pesawat sekitar pukul 8:15 pagi, pramugari Betty Ong dan Madeline Amy Sweeney berhasil menghubungi maskapai.

Kala itu, Ong menggambarkan situasi di dalam pesawat. Sementara Sweeney menyampaikan, di mana para pembajak telah duduk.

Menurut artikel New York Times, Ong menelepon pusat reservasi maskapai dengan Airfone yang tersedia di pesawat. Dia saat itu menghubungi agen reservasi Nydia Gonzales dan mengatakan bahwa pilot beserta kopilot di dalam kokpit tidak bisa dihubungi.
 
Ia juga menyampaikan, dua awak kabin di kelas bisnis ditusuk. Satu awak dalam kondisi kritis, sementara lainnya meninggal dunia.

Nydia kemudian menyampaikan informasi yang dia terima kepada pusat kendali krisis American Airlines.

Ong juga memberikan informasi terkait para pelaku. Menurutnya, pembajak pesawat adalah penumpang yang berada di kursi 2A dan 2B.

Setelah menyampaikan kondisi di dalam pesawat, Nydia mengatakan, dia tidak lagi mendengar suara Ong.

Selain Ong, pramugari lainnya, Sweeney menghubungi manajernya di Boston. Menurut The Telegraph, Sweeney melaporkan kejadian penusukan dan melihat adanya air serta bangunan.

Belakangan diketahui, air yang dimaksud Sweeney adalah Sungai Hudson. Para pramugari tetap melakukan panggilan sampai pesawat hampir menabrak North Tower WTC pada pukul 8:46 pagi.

Penulis: Rosiana Haryanti

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Ini dalam Sejarah: Tragedi 9/11 dan Kisah Tak Terungkap di Baliknya"




TERBARU

Close [X]
×