kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Hari Ke-100 Invasi Rusia, Ukraina Rebut Kembali 20% Kota Sievierodonetsk


Sabtu, 04 Juni 2022 / 10:24 WIB
ILUSTRASI. Tentara Ukraina mengendarai sebuah tank di sepanjang jalan, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di dekat Kota Pokrovsk, Donetsk, Ukraina, Rabu (25/5/2022). REUTERS/Carlos Barria.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SIEVIERODONETSK. Ukraina merebut kembali sebagian dari pusat industri Sievierodonetsk dalam pertempuran pada Jumat (3/6) untuk menghalangi upaya Rusia merebut kota itu.

Sergiy Gaidai, Gubernur Luhansk, mengatakan kepada televisi nasional, pasukan Ukraina telah merebut kembali 20% wilayah Sievierodonetsk yang dikuasai Rusia.

"Tidak realistis kota itu akan jatuh dalam dua minggu ke depan meskipun bala bantuan Rusia dikerahkan," tegasnya, Jumat (3/6), seperti dikutip Reuters.

"Begitu kami memiliki cukup senjata jarak jauh dari Barat, kami akan mendorong artileri mereka menjauh dari posisi kami. Dan kemudian, percayalah, infanteri Rusia, mereka akan lari," kata Gaidai. 

Reuters tidak bisa segera memverifikasi klaim tentang kemajuan pasukan Ukraina tersebut.

Baca Juga: Prancis: Putin Membuat Kesalahan Bersejarah dan Mendasar dengan Invasi Ukraina

Invasi Rusia di Ukraina memasuki hari ke-100 pada Jumat (3/6). Ribuan orang tewas, jutaan orang mengungsi, dan ekonomi global terganggu sejak pasukan Rusia menyerang.

Ukraina akan mengandalkan sistem rudal canggih yang baru-baru ini Amerika Serikat dan Inggris janjikan untuk memperkuat pasukan mereka, dan telah mulai melatih menggunakan persenjataan itu.

Sementara perlawanan Ukraina telah memaksa Rusia mempersempit tujuannya menjadi hanya menaklukkan wilayah Donbas, para pejabat Ukraina menyatakan, Moskow tetap berniat untuk menaklukkan seluruh negeri.

"Tujuan utama Putin adalah menghancurkan Ukraina. Dia tidak mundur dari tujuannya, meskipun faktanya Ukraina memenangkan tahap pertama perang skala penuh ini," kata Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar, seperti dilansir Reuters.

Rusia telah mengerahkan pasukan dan material untuk pertempuran di Sievierodonetsk, yang harus mereka kuasai untuk merebut seluruh Luhansk, salah satu dari dua provinsi di wilayah Donbas.




TERBARU

[X]
×