kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Hari terkejam sejak kudeta militer, PBB: Hampir 40 orang tewas dalam aksi protes


Kamis, 04 Maret 2021 / 05:46 WIB
ILUSTRASI. Tiga puluh delapan orang tewas di Myanmar saat militer berupaya memadamkan aksi protes di beberapa kota pada Rabu (3/3/2021). REUTERS/Stringer


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan data yang mengejutkan. Tiga puluh delapan orang tewas di Myanmar saat militer berupaya memadamkan aksi protes di beberapa kota pada Rabu (3/3/2021). Ini menjadi hari paling kejam sejak demonstrasi menentang kudeta militer pertama kali meletus pada bulan lalu.

Melansir Reuters yang mengutip penuturan sejumlah saksi mata, polisi dan tentara melepaskan tembakan dengan peluru tajam dengan sedikit peringatan.

Pertumpahan darah terjadi satu hari setelah negara-negara tetangga menyerukan pengekangan pasca militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

“Mengerikan, ini pembantaian. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan situasi dan perasaan kami,” kata aktivis pemuda Thinzar Shunlei Yi kepada Reuters melalui aplikasi perpesanan.

Baca Juga: Rabu berdarah, 10 tewas kala pasukan keamanan Myanmar tembaki pendemo anti-kudeta

Menurut sebuah badan organisasi bantuan, korban tewas termasuk empat orang anak. Sementara, media lokal memberitakan, ratusan pengunjuk rasa ditangkap.

“Hari ini adalah hari paling berdarah sejak kudeta terjadi pada tanggal 1 Februari. Kami memiliki hari ini - hanya hari ini - 38 orang meninggal. Kami sekarang memiliki lebih dari 50 orang tewas sejak kudeta dimulai, dan banyak yang terluka,” utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan di New York.

Baca Juga: Militer Myanmar tahan dan seret 6 jurnalis ke pengadilan, ini alasannya

Seorang juru bicara dewan militer Myanmar yang berkuasa tidak menjawab panggilan telepon dari Reuters.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×