kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Hasil pemilu ganggu stabilitas Inggris


Sabtu, 10 Juni 2017 / 11:09 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

LONDON. Pasca menyelenggarakan pemilu pada Kamis (6/6), Inggris justru mengalami kekacauan politik. Dalam hasil perhitungan sementara, tidak ada partai yang menang mutlak. Walhasil, Perdana Menteri Inggris Theresa May dituntut untuk mundur.

BBC melaporkan, hasil perolehan suara sementara, Partai Konservatif unggul dengan meraih 318 kursi, disusul Partai Buruh sebanyak 262 kursi. Sedangkan Partai Nasionalis meraih 35 kursi dan sisanya 14 kursi berasal dari Partai Demokrat Liberal.

Meski Partai Konservatif meraih suara tertinggi, namun merujuk pada aturan Inggris, pemenang pemilu harus menguasai 326 kursi dari total 650 kursi untuk dapat menguasai pemerintahan. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Perdana Menteri May, lantaran harus mundur dari jabatannya.

Lawan politiknya yang merupakan Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, menuntut May untuk turun. Corbyn bahkan mengejek keputusan May yang mempercepat penyelenggaraan pemilu.

Pemilu Inggris memang diselenggarakan lebih awal atas permintaan May dengan alasan stabilitas politik Inggris tengah kacau. Partai oposisi dituding mengacaukan agenda pemerintah pasca Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa atau Brexit. Belum lagi bayang-bayang teror yang terjadi menjelang Pemilu Inggris.

Corbyn menyebut keputusan May yang menyelenggarakan pemilu lebih dini adalah bumerang. "Ia harus mundur karena telah kehilangan mandat, suara, dukungan, dan kehilangan kepercayaan diri. May harus memberikan jalan bagi pemerintah yang benar-benar mewakili semua orang di negara ini," tegas Corbyn seperti dikutip Reuters.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×