kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hasil pemilu negara bagian Hessen tamparan hebat bagi Angela Merkel


Kamis, 01 November 2018 / 08:22 WIB

Hasil pemilu negara bagian Hessen tamparan hebat bagi Angela Merkel
ILUSTRASI. Pemilu JERMAN - Kanselir Angela Merkel

KONTAN.CO.ID - DW. Dalam pemilu negara bagian Hessen hari Minggu (28/10) CDU mengalami penurunan perolehan suara sekitar 11 persen dibandingkan hasil pemulu sebelumnya pada tahun 2013. Sementara mitra koalisi Merkel di Berlin, SPD, juga turun sekitar 11 persen. CDU memang masih menjadi fraksi terbesar di Hessen dan kemungkinan bisa melanjutkan pemerintahan koalisi dengan Partai Hijau di bawah pimpinan Perdana Menteri saat ini, Volker Bouffier.

Para pengamat sepakat, hasil pemilu di Hessen sangat dipengaruhi oleh performa pemerintahan federal di Berlin, yang belakangan hanya sibuk dengan pertengkaran antar sendiri, yaitu antara mitra aliansi CDU dan CSU, terutama kedua pimpinan partai, Angela Merkel dan Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer.

SPD mengalami kekalahan terbesar di Hessen sejak 1946. Anjloknya suara CDU dan SPD memang sudah diprediksi dalam semua jajak pendapat sebelum pemungutan suara. Kelompok sayap kiri di SPD kembali menuntut jajaran pimpinan partai agar meninggalkan koalisi dengan CDU di Berlin dan beroposisi. Banyak kalangan yang sekarang juga menuntut pemilihan umum baru, karena menilai pemerintahan di Berlin telah kehilangan legitimasi. Dalam dua pemilu negara bagian di Jerman tahun ini, yaitu di Bayern dan Hessen, partai-partai pemerintah CDU, CSU dan SPD memang mengalami kemerosotan drastis.

Partai Hijau sedang naik daun

Partai Hijau menarik keuntungan dari kelemahan pemerintah di Berlin, dengan perolehan suara naik 8 poin dan mencapai 19,8 persen, partai ini menjadi kekuatan kedua terbesar di Hessen, menggeser posisi SPD. Padahal Hessen dulunya adalah satu satu benteng terkuat SPD.

Sementara partai populis kanan AfD) berhasil mencapai 13,1 persen dan dengan demikian duduk di semua parlemen negara bagian. Hessen hingga saat ini adalah negara bagian terakhir yang belum ditembus AfD. Semua partai politik lain menyesalkan kenaikan perolehan suara AfD, partai ultra kanan yang sering menggelar kampanye anti imigran, anti Islam dan anti mata uang Euro.

Kubu Liberaldemokrat FDP meraih 7,5 persen, sementara Partai Kiri, Die Linke, berhasil mengumpulkan 6,3 persen suara. CDU, SPD, Partai Hijau, FDP dan Die Linke kembali menegaskan tidak akan bekerjasama dengan AfD, selama partai itu tetap mengusung sentimen anti orang asing dan anti Eropa dan mengakomodasi tokoh-tokoh Neonazi dan pemikirannya.

Kemelut di Berlin jadi penentu

CDU dan SPD mengakui bahwa hasil pemilu di negara bagian Hessen sangat dipengaruhi oleh kemelut pemerintahan koalisi di Berlin di bawah pimpinan Kanselir Angela Merkel. Berbagai jajak pendapat menunjukkan, mayoritas pemilih sebenarnya puas dengan situasi di Hessen saat ini, namun mereka ramai-ramai meninggalkan CDU dan SPD untuk "memberi sinyal protes ke Berlin".

Salah satu politisi yang dianggap paling "mengacaukan" performa Berlin adalah Ketua CSU Horst Seehofer, yang sering menentang kebijakan koalisi di Berlin, sekalipun masuk dalam koalisi pemerintahan. CDU dan SPD kini mencari cara untuk menghentikan pertengkaran dan perdebatan antar sendiri dan berkonsentrasi pada agenda pemerintahan. Jajaran pimpinan CDU dan SPD menyatakan yakin, jika itu berhasil, pemilih akan kembali berpaling kepada kedua partai yang lama menguasai panggung politik di Jerman.

Ketua Umum SPD menegaskan, pemerintahan di Berlin "harus berubah" dan berjanji akan memperkenalkan "peta jalan" yang baru untuk menegaskan agenda pemerintahan. Namun tidak ada sinyal bahwa SPD akan meninggalkan koalisi dengan CDU dan CSU. Banyak pengamat mendesak agar SPD lebih baik ke luar dari koalisi dan beroposisi. Namun itu bisa berarti akan ada pemilu baru, suatu hal yang ingin dihindari jajaran pimpinan SPD karena performanya saat ini di mata pemilih sedang anjlok.

 


Sumber : DW.com
Editor: Sri Sayekti

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×