Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Honda Motor Co. menargetkan penghematan biaya lebih dari US$9 miliar atau sekitar Rp 147 triliun dalam empat tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, produsen otomotif asal Jepang itu meminta para pemasoknya memangkas harga secara drastis.
Reuters melaporkan, berdasarkan dokumen internal perusahaan dan keterangan seseorang yang mengetahui persoalan tersebut, Honda menargetkan penghematan sebesar 1,5 triliun yen atau sekitar US$9,4 miliar hingga 2030.
Rencana tersebut menjadi salah satu gambaran paling jelas mengenai upaya produsen otomotif Jepang menghadapi persaingan yang semakin ketat dari China.
Produsen kendaraan listrik (EV) China seperti BYD dan sejumlah perusahaan lainnya berhasil merebut pangsa pasar yang cukup besar di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Eropa. Keunggulan tersebut didukung oleh teknologi perangkat lunak dan baterai yang semakin maju, serta harga kendaraan yang jauh lebih rendah dibandingkan para pesaingnya.
Honda, yang merupakan produsen sepeda motor terbesar di dunia, saat ini tengah berupaya memperbaiki kinerja bisnis mobilnya yang menghadapi tekanan.
Baca Juga: Ekonomi Singapura Makin Moncer, Proyeksi Pertumbuhan 2026 Naik Jadi 5%
Perusahaan memperkirakan kerugian terkait kendaraan listrik pada akhirnya akan mencapai lebih dari US$12 miliar. Nilai tersebut menjadi salah satu kerugian terbesar yang dialami produsen otomotif global akibat investasi dan pengembangan kendaraan listrik.
Di tengah tekanan tersebut, Honda kini mengalihkan fokusnya ke kendaraan hybrid yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.
Pada Mei 2026, Honda melaporkan kerugian tahunan untuk pertama kalinya sejak perusahaan tersebut menjadi perusahaan terbuka.
Honda Minta Pemasok Pangkas Biaya hingga 30%
Berdasarkan dokumen internal Honda, perusahaan menargetkan pengurangan biaya hingga 30% pada tiga kategori komponen utama.
Ketiga kategori tersebut mencakup komponen hasil pengepresan dan penempaan, komponen kelistrikan, serta komponen yang berkaitan dengan kendaraan berbasis perangkat lunak atau software-defined vehicles (SDV).
Pengurangan biaya sebesar itu diharapkan dapat membantu pemasok asal Jepang meningkatkan daya saing mereka terhadap pemasok dari China.
Honda juga meminta pemasok langsung atau pemasok tingkat pertama (tier-one suppliers) untuk meninjau kembali cara mereka melakukan pengadaan bahan baku.
Para pemasok tersebut didorong untuk menggunakan lebih banyak komponen terstandarisasi yang diperoleh dari pemasok tingkat kedua dan ketiga guna menekan biaya produksi.
Dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa Honda meminta para pemasok memperluas penggunaan komponen buatan China jika memungkinkan.
Langkah tersebut menunjukkan perubahan pendekatan Honda dalam rantai pasok global di tengah meningkatnya tekanan biaya dan persaingan dengan produsen kendaraan China.
Baca Juga: Pasar Obligasi Global Kembali Berdarah, Imbal Hasil US Treasury 10 Tahun Dekati 5%
Honda Gelar Pertemuan dengan Pemasok
Dokumen dan keterangan sejumlah sumber menyebutkan bahwa manajemen Honda bertemu dengan para pemasok utama pada musim semi tahun ini.
Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah pusat konvensi di Utsunomiya, kota di sebelah utara Tokyo yang berada tidak jauh dari fasilitas penelitian dan pengembangan Honda.
Belum diketahui berapa banyak pemasok yang menghadiri pertemuan tersebut.
Dalam pertemuan itu, manajemen Honda memaparkan rencana penghematan biaya dan menyampaikan bahwa perusahaan juga akan mempertimbangkan untuk meningkatkan pengadaan komponen dari pemasok China.
Setelah pertemuan tersebut, masing-masing pemasok disebut mendapatkan target pengurangan biaya yang berbeda sesuai dengan kondisi dan kontribusinya terhadap rantai pasok Honda.
Salah satu sumber mengatakan target pengurangan biaya yang diberikan Honda "sangat besar" sehingga belum dapat dipastikan apakah seluruh target tersebut dapat dicapai.
Sumber lainnya menyebut bahwa hingga pertemuan musim semi tersebut, Honda belum memberikan kesan bahwa perusahaan membutuhkan pemangkasan biaya secara agresif.
"Situasinya sekarang tampaknya tidak memberikan ruang untuk penundaan," kata sumber tersebut.
Honda dan Nissan Kembangkan Teknologi SDV
Di tengah upaya menekan biaya, Honda juga memperkuat kerja sama teknologi dengan Nissan.
Pada Senin, Honda dan Nissan mengumumkan rencana bersama untuk mengembangkan electronic control unit (ECU) terstandarisasi bagi kendaraan berbasis perangkat lunak atau SDV.
Kedua perusahaan menargetkan penerapan arsitektur kendaraan yang dibangun berdasarkan sistem tersebut mulai tahun fiskal 2029.
Pengembangan platform dan komponen yang lebih terstandarisasi diharapkan dapat membantu kedua produsen mengurangi biaya sekaligus meningkatkan efisiensi pengembangan kendaraan generasi baru.
Baca Juga: Konflik AS-Iran Memanas, Kapal Komoditas yang Lewati Selat Hormuz Anjlok
CEO Honda Hadapi Tekanan
Chief Executive Officer (CEO) Honda Toshihiro Mibe mendapat dukungan untuk kembali menduduki jajaran dewan perusahaan pada Juni lalu.
Namun, Mibe menghadapi tekanan dari sejumlah mantan eksekutif Honda untuk mengundurkan diri terkait kinerja perusahaan.
Tekanan terhadap manajemen Honda datang ketika industri otomotif global menghadapi perubahan besar, terutama akibat pergeseran menuju kendaraan listrik, perkembangan teknologi perangkat lunak, serta meningkatnya persaingan dari produsen China.
Pada tahun lalu, Honda dan Nissan juga mengakhiri pembicaraan mengenai rencana merger yang sebelumnya berpotensi menciptakan salah satu produsen otomotif terbesar di dunia.
Selain persaingan dari China, Honda dan produsen otomotif lainnya juga menghadapi tekanan akibat tarif impor yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta meningkatnya biaya tenaga kerja.
Pada saat yang sama, kebutuhan investasi untuk penelitian dan pengembangan teknologi otomotif terus meningkat seiring kendaraan menjadi semakin canggih.
Kondisi tersebut membuat biaya produksi dan pengembangan kendaraan meningkat, sehingga efisiensi biaya menjadi semakin penting bagi Honda untuk mempertahankan daya saingnya di pasar global.














