kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Honda Setop Penjualan Mobil di Korea Selatan, Tekanan di Pasar Asia Kian Terasa


Kamis, 23 April 2026 / 17:53 WIB
Honda Setop Penjualan Mobil di Korea Selatan, Tekanan di Pasar Asia Kian Terasa
ILUSTRASI. Honda Perkenalkan Logo Masa Depan Untuk Kendaraan Listrik Terbarunya Pada Pameran CES 2024 (Dok/Honda Co.Ltd)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Honda Motor memutuskan menghentikan operasi penjualan mobil di Korea Selatan pada akhir tahun ini. Langkah ini mencerminkan tekanan yang semakin besar di pasar otomotif Asia.

Dalam pernyataan resminya dilansir Reuters Kamis (23/4/2026), Honda menyebut keputusan tersebut diambil seiring perubahan lanskap industri otomotif global dan domestik di Korea Selatan.

Baca Juga: Netflix Tambah Buyback US$25 Miliar, Saham Menguat

Produsen mobil terbesar kedua di Jepang itu mulai menjual kendaraan di Korea Selatan sejak 2004, dengan model andalan seperti Honda Accord dan Honda CR-V.

Namun, pasar Korea Selatan tergolong kecil bagi Honda dan didominasi oleh pemain lokal seperti Hyundai Motor dan Kia. Selain itu, produsen asal China seperti BYD juga semakin agresif berekspansi.

Penjualan Honda di Korea Selatan tercatat kurang dari 2.000 unit pada tahun lalu, turun lebih dari 20% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tekanan terhadap Honda tidak hanya terjadi di Korea Selatan. Perusahaan ini juga menghadapi penurunan penjualan di sejumlah pasar utama Asia.

Di China, penjualan ritel Honda merosot menjadi sekitar 646.000 unit pada 2025, anjlok 60% dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Baca Juga: Lonjakan Harga BBM Picu Minat Sewa Mobil Listrik di AS, Dampak Konflik Timur Tengah

Bahkan, Honda dikabarkan akan menutup setidaknya satu pabrik joint venture di negara tersebut.

Penurunan penjualan juga terjadi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Kondisi ini menunjukkan semakin ketatnya persaingan industri otomotif di kawasan, terutama dengan kehadiran pemain lokal dan produsen kendaraan listrik asal China yang terus memperluas pangsa pasar.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×