kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Minyak Dunia Ditutup Stabil Kamis (15/5), Brent ke US$105,72 & WTI ke US$101,17


Jumat, 15 Mei 2026 / 05:21 WIB
Harga Minyak Dunia Ditutup Stabil Kamis (15/5), Brent ke US$105,72 & WTI ke US$101,17
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Pavel Mikheyev)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia ditutup nyaris tidak berubah pada perdagangan Kamis (14/5/2026), setelah laporan bahwa sejumlah kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global di tengah perang Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup naik tipis 9 sen atau 0,09% ke level US$ 105,72 per barel.

Sepanjang perdagangan, Brent sempat menyentuh level tertinggi harian di US$ 107,13 per barel, namun sebagian besar sesi bergerak di zona negatif.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Tipis Kamis (14/5), Pasar Tunggu Hasil Pertemuan Trump-Xi

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 15 sen atau 0,15% menjadi US$ 101,17 per barel.

Pada perdagangan sebelumnya, harga Brent anjlok lebih dari US$ 2 per barel dan WTI turun lebih dari US$ 1 per barel akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga AS untuk menekan inflasi.

Media pemerintah Iran melaporkan sekitar 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz sejak Rabu malam. Meski demikian, angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata normal sekitar 140 kapal per hari sebelum perang pecah pada akhir Februari.

Baca Juga: Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026, Kalah dari Vietnam dan Laos

Gedung Putih menyatakan, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk menjamin kelancaran arus energi global.

Xi juga disebut menyampaikan bahwa visi “kebangkitan China” dan slogan “Make America Great Again” milik Trump dapat berjalan beriringan.

Chief Economist Matador Economics Tim Snyder menilai, pasar kini mempertanyakan apakah Iran mulai melonggarkan lalu lintas kapal demi menjaga hubungan strategis dengan China.

“Banyak pihak bertanya-tanya apakah Iran membiarkan kapal-kapal melintas agar posisi China yang melindungi Iran tidak terganggu dalam negosiasi,” ujarnya.

Baca Juga: Inilah Menu Jamuan Makan Malam Kenegaraan Mewah Trump–Xi di Beijing

Gedung Putih juga menyebut Xi tertarik membeli lebih banyak minyak AS untuk mengurangi ketergantungan China terhadap Selat Hormuz.

Namun, China diketahui belum mengimpor minyak mentah AS sejak Mei 2025 akibat tarif impor 20% yang diberlakukan selama perang dagang.

Di sisi lain, Iran dilaporkan memperketat kontrol atas Selat Hormuz melalui kesepakatan dengan Irak dan Pakistan untuk pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG).

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, menyebut Teheran mulai mengizinkan beberapa kapal China melintasi selat tersebut. Sebelum laporan itu muncul, sebuah supertanker China yang mengangkut 2 juta barel minyak mentah Irak berhasil melintas setelah terjebak di Teluk selama lebih dari dua bulan.

Data pelacakan kapal LSEG juga menunjukkan kapal tanker berbendera Panama yang dikelola perusahaan Jepang Eneos berhasil melewati Selat Hormuz, menjadi kapal terkait Jepang kedua yang berhasil melintas.

Baca Juga: Madonna, Shakira, hingga BTS Siap Meriahkan Halftime Show Final Piala Dunia 2026

Namun demikian, ketegangan keamanan masih membayangi kawasan tersebut. Sebuah kapal kargo India yang mengangkut ternak dari Afrika ke Uni Emirat Arab dilaporkan tenggelam di lepas pantai Oman.

Sementara itu, badan keamanan maritim Inggris UKMTO melaporkan adanya “personel tidak sah” yang mengambil alih kapal di dekat pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab, dan mengarahkannya menuju Iran.

Analis pasar minyak PVM Tamas Varga mengatakan, meningkatnya jumlah kapal yang diizinkan melintas lebih banyak memengaruhi sentimen pasar dibanding keseimbangan riil pasokan dan permintaan minyak.

“Hal ini mungkin membatasi kenaikan harga minyak dalam jangka pendek, tetapi belum cukup untuk mendorong harga turun signifikan,” ujarnya.

Baca Juga: Honda Catat Rugi Perdana dalam 70 Tahun, Beban Mobil Listrik Tembus US$ 9 Miliar

Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan, perang Iran dan penutupan Selat Hormuz telah membawa ekonomi global menuju skenario memburuk, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia turun menjadi 2,5% pada 2026 dari 3,4% pada 2025.

Di sisi pasokan, International Energy Agency (IEA) memperkirakan suplai minyak global tahun ini tidak akan mampu memenuhi permintaan karena persediaan minyak terkuras dengan laju tercepat dalam sejarah.

Sementara itu, Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS turun 4,3 juta barel menjadi 452,9 juta barel pada pekan yang berakhir 8 Mei, didorong peningkatan ekspor.




TERBARU

[X]
×