Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Honda Motor Co., salah satu produsen mobil terbesar Jepang, mengumumkan akan menghentikan seluruh operasi penjualan mobilnya di Korea Selatan pada akhir tahun ini. Keputusan ini diambil karena adanya perubahan kondisi bisnis di pasar otomotif global maupun di Korea Selatan.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis (23/4/2026), Honda menjelaskan bahwa mereka telah menjual model seperti Accord dan CR-V di Korea Selatan sejak memulai bisnis otomotif di negara tersebut pada 2004. Namun, pasar tersebut dinilai terlalu kecil dan semakin sulit bersaing.
Di Korea Selatan, Honda menghadapi dominasi kuat merek lokal seperti Hyundai dan Kia. Selain itu, produsen asal China seperti BYD juga semakin agresif memperluas pasar, membuat persaingan semakin ketat.
Baca Juga: Izin Terbit, Robinhood Siap Jalankan Bisnis Brokerage di Singapura
Penjualan Honda di Korea Selatan sendiri tergolong kecil. Tahun lalu, perusahaan hanya menjual kurang dari 2.000 unit mobil, turun lebih dari 20% dibandingkan tahun sebelumnya.
Langkah ini mencerminkan tantangan yang dihadapi Honda di sejumlah pasar Asia. Di China, penjualan ritel Honda turun drastis menjadi sekitar 646.000 kendaraan pada 2025, atau merosot sekitar 60% dibanding lima tahun lalu. Perusahaan juga dilaporkan akan menutup sedikitnya satu pabrik usaha patungan di China.
Tidak hanya di Korea Selatan dan China, penjualan Honda juga menurun di beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Dengan kondisi ini, Honda tengah menghadapi tekanan besar dari meningkatnya persaingan produsen mobil asal Korea Selatan dan China yang terus memperluas pengaruhnya di pasar regional.












