kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.200   -6,00   -0,03%
  • IDX 7.622   -12,42   -0,16%
  • KOMPAS100 1.055   0,61   0,06%
  • LQ45 758   -0,67   -0,09%
  • ISSI 276   -0,55   -0,20%
  • IDX30 403   -0,28   -0,07%
  • IDXHIDIV20 491   0,40   0,08%
  • IDX80 118   0,03   0,03%
  • IDXV30 139   -0,90   -0,65%
  • IDXQ30 130   0,14   0,11%

Korea Selatan Membidik Lonjakan Kerja Sama Ekonomi dengan India


Senin, 20 April 2026 / 09:41 WIB
Korea Selatan Membidik Lonjakan Kerja Sama Ekonomi dengan India
ILUSTRASI. SOUTHKOREA-ECONOMY/BUDGET (via REUTERS/JEON HEON-KYUN)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung melakukan kunjungan kenegaraan ke India untuk bertemu Perdana Menteri Narendra Modi, dengan target memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.

Melansir Reuters, pertemuan yang berlangsung di New Delhi pada Senin (20/4/2026) ini menjadi kunjungan presiden Korea Selatan ke India yang pertama dalam delapan tahun terakhir.

Baca Juga: Vietnam Perpanjang Pembebasan Tarif Impor BBM hingga Akhir Juni

Lee menilai, hubungan ekonomi kedua negara masih jauh dari optimal.

“Ke depan, kami akan memperluas ruang kerja sama dan mengubah hubungan Korea Selatan–India menjadi jauh lebih kuat,” ujarnya.

Kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hampir dua kali lipat menjadi US$ 50 miliar pada 2030, dari sekitar US$ 25,7 miliar pada tahun lalu.

Untuk itu, keduanya tengah mengupayakan peningkatan perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement.

Selain sektor perdagangan, kerja sama juga diarahkan ke bidang strategis seperti perkapalan, keuangan, kecerdasan buatan, dan pertahanan.

Lee juga dijadwalkan menghadiri forum bisnis bersama para pemimpin perusahaan selama kunjungannya.

Baca Juga: Won Korea Selatan Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia terhadap Dolar AS Senin (20/4)

Fokus Rantai Pasok dan Energi

Di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah, Lee menyebut Korea Selatan dan India berpotensi menjadi mitra strategis utama, khususnya dalam penguatan rantai pasok.

Salah satu fokus utama adalah pasokan nafta. Korea Selatan sebelumnya meminta India meningkatkan ekspor komoditas tersebut untuk mengantisipasi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

India menyumbang sekitar 8% impor nafta Korea Selatan tahun lalu. Peningkatan impor ini juga dinilai dapat membantu mengurangi ketimpangan perdagangan, mengingat Korea Selatan mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 12,8 miliar terhadap India.

Baca Juga: Dunia Cemas Nasib Gencatan Senjata Timur Tengah Setelah AS Sita Kapal Kargo Iran

Pengamat menilai sektor perkapalan menjadi salah satu peluang kerja sama utama, mengingat kebutuhan India dalam penciptaan lapangan kerja sejalan dengan keunggulan industri Korea Selatan.

Selain itu, sektor makanan dan produk konsumen yang terdorong oleh popularitas budaya Korea juga dinilai memiliki potensi pertumbuhan.

Setelah kunjungan ke India, Lee dijadwalkan melanjutkan lawatannya ke Vietnam sebagai bagian dari upaya memperluas kemitraan ekonomi di kawasan Asia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×