kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.047   -30,00   -0,17%
  • IDX 5.718   -121,56   -2,08%
  • KOMPAS100 755   -16,48   -2,14%
  • LQ45 568   -12,96   -2,23%
  • ISSI 200   -3,01   -1,48%
  • IDX30 321   -7,65   -2,33%
  • IDXHIDIV20 396   -10,29   -2,53%
  • IDX80 85   -1,85   -2,12%
  • IDXV30 108   -3,38   -3,04%
  • IDXQ30 104   -2,40   -2,26%

Won Korea Selatan Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia terhadap Dolar AS Senin (20/4)


Senin, 20 April 2026 / 09:31 WIB
Won Korea Selatan Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia terhadap Dolar AS Senin (20/4)
ILUSTRASI. Mata uang Asia, won, yen, yuan, dolar AS (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia mayoritas melemah terhadap Dolar AS pada perdagangan Senin (20/4/2026), dengan Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam di kawasan.

Melansir Reuters, berdasarkan data pasar pukul 02.08 GMT, won Korea Selatan turun sekitar 0,97% ke level 1.474,3 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di 1.460.

Baca Juga: Dunia Cemas Nasib Gencatan Senjata Timur Tengah Setelah AS Sita Kapal Kargo Iran

Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang regional lainnya. Baht Thailand turun 0,44%, Peso Filipina melemah 0,69%, serta Dolar Singapura terkoreksi 0,20%.

Sementara itu, Yen Jepang turun tipis 0,16% terhadap dolar AS, dan Yuan China melemah 0,03%.

Di sisi lain, beberapa mata uang justru menguat. Dolar Taiwan naik 0,37%, sementara Rupiah Indonesia menguat tipis 0,26% ke level 17.135 per dolar AS.

Untuk pergerakan sepanjang tahun berjalan (year-to-date), mayoritas mata uang Asia masih berada dalam tren pelemahan terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan tercatat turun sekitar 2,36% sejak akhir 2025, diikuti rupee India yang melemah 3,29% dan rupiah Indonesia yang terdepresiasi sekitar 2,71%.

Baca Juga: Ekspor Magnet Tanah Jarang China Turun 1,6% pada Maret 2026

Sebaliknya, beberapa mata uang seperti ringgit Malaysia dan yuan China menunjukkan penguatan masing-masing sebesar 2,68% dan 2,46% sepanjang 2026.

Pergerakan ini mencerminkan tekanan eksternal yang masih kuat, termasuk penguatan dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor beralih ke aset safe haven.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×