Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (23/2/2026) pagi, dengan ringgit Malaysia mencatat kenaikan terbesar di kawasan.
Melansir data Reuters pukul 02.10 GMT, Malaysian ringgit menguat 0,41% ke level 3,884 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di 3,900.
Penguatan ini menjadikan ringgit sebagai mata uang dengan kinerja harian terbaik di Asia.
Baca Juga: Penolakan WNA di Perbatasan Singapura Melonjak 38,3% pada 2025
Penguatan juga terjadi pada Japanese yen yang naik 0,58% ke 154,160 per dolar AS, sementara Philippine peso menguat 0,24% dan Indonesian rupiah naik 0,18% ke 16.830 per dolar AS.
Di kawasan Asia Tenggara, Singapore dollar terapresiasi 0,13% dan Thai baht naik 0,08%. Sementara itu, South Korean won menguat 0,17% dan New Taiwan dollar naik tipis 0,02%.
Adapun Chinese yuan relatif stabil di kisaran 6,903 per dolar AS, sedangkan Indian rupee tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Baca Juga: Kematian Bos Kartel Meksiko Picu Aksi Balasan, Jalan Diblokir dan Kendaraan Dibakar
Kinerja Sejak Awal Tahun
Secara tahun berjalan (year-to-date), ringgit Malaysia juga menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia, menguat 4,43% dibandingkan posisi akhir 2025 di level 4,056 per dolar AS.
Yen Jepang dan dolar Singapura masing-masing mencatat kenaikan 1,62% dan 1,65% sejak awal tahun. Baht Thailand menguat 1,37%, peso Filipina naik 1,53%, dan yuan China bertambah 1,23%.
Baca Juga: Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Senin (23/2), Didukung Sektor Chip dan Otomotif
Sebaliknya, rupiah Indonesia melemah 0,95% dibandingkan akhir tahun lalu, sementara won Korea Selatan turun 0,33% dan rupee India terkoreksi 1,22%.
Penguatan mayoritas mata uang Asia ini mencerminkan pergerakan dolar AS yang cenderung melemah di pasar global, sekaligus meningkatkan daya tarik aset kawasan bagi investor.












![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)