kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.845   -60,00   -0,35%
  • IDX 8.372   100,24   1,21%
  • KOMPAS100 1.178   13,96   1,20%
  • LQ45 844   8,34   1,00%
  • ISSI 299   3,65   1,24%
  • IDX30 442   5,78   1,32%
  • IDXHIDIV20 527   4,58   0,88%
  • IDX80 131   1,47   1,13%
  • IDXV30 144   0,88   0,61%
  • IDXQ30 142   1,46   1,04%

Ringgit Malaysia Pimpin Penguatan Mata Uang Asia terhadap Dolar AS Senin (23/2/2026)


Senin, 23 Februari 2026 / 09:38 WIB
Ringgit Malaysia Pimpin Penguatan Mata Uang Asia terhadap Dolar AS Senin (23/2/2026)
ILUSTRASI. Suasana kota Kuala Lumpur (Wong Fok Loy/SOPA Images via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (23/2/2026) pagi, dengan ringgit Malaysia mencatat kenaikan terbesar di kawasan.

Melansir data Reuters pukul 02.10 GMT, Malaysian ringgit menguat 0,41% ke level 3,884 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di 3,900.

Penguatan ini menjadikan ringgit sebagai mata uang dengan kinerja harian terbaik di Asia.

Baca Juga: Penolakan WNA di Perbatasan Singapura Melonjak 38,3% pada 2025

Penguatan juga terjadi pada Japanese yen yang naik 0,58% ke 154,160 per dolar AS, sementara Philippine peso menguat 0,24% dan Indonesian rupiah naik 0,18% ke 16.830 per dolar AS.

Di kawasan Asia Tenggara, Singapore dollar terapresiasi 0,13% dan Thai baht naik 0,08%. Sementara itu, South Korean won menguat 0,17% dan New Taiwan dollar naik tipis 0,02%.

Adapun Chinese yuan relatif stabil di kisaran 6,903 per dolar AS, sedangkan Indian rupee tidak menunjukkan perubahan signifikan.

Baca Juga: Kematian Bos Kartel Meksiko Picu Aksi Balasan, Jalan Diblokir dan Kendaraan Dibakar

Kinerja Sejak Awal Tahun

Secara tahun berjalan (year-to-date), ringgit Malaysia juga menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia, menguat 4,43% dibandingkan posisi akhir 2025 di level 4,056 per dolar AS.

Yen Jepang dan dolar Singapura masing-masing mencatat kenaikan 1,62% dan 1,65% sejak awal tahun. Baht Thailand menguat 1,37%, peso Filipina naik 1,53%, dan yuan China bertambah 1,23%.

Baca Juga: Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Senin (23/2), Didukung Sektor Chip dan Otomotif

Sebaliknya, rupiah Indonesia melemah 0,95% dibandingkan akhir tahun lalu, sementara won Korea Selatan turun 0,33% dan rupee India terkoreksi 1,22%.

Penguatan mayoritas mata uang Asia ini mencerminkan pergerakan dolar AS yang cenderung melemah di pasar global, sekaligus meningkatkan daya tarik aset kawasan bagi investor.

Selanjutnya: Penolakan WNA di Perbatasan Singapura Melonjak 38,3% pada 2025

Menarik Dibaca: Naik! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Senin 23 Februari




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×