kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Won Korea Selatan dan Ringgit Malaysia Pimpin Penguatan Mata Uang Asia Senin (26/1)


Senin, 26 Januari 2026 / 09:44 WIB
Won Korea Selatan dan Ringgit Malaysia Pimpin Penguatan Mata Uang Asia Senin (26/1)
ILUSTRASI. Won Korea (REUTERS/Kim Hong-ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sejumlah mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (26/1/2026), dengan won Korea Selatan dan ringgit Malaysia mencatatkan penguatan terbesar di kawasan.

Berdasarkan data pada pukul 02.16 GMT, won Korea Selatan menguat 1,30% ke level 1.443,7 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya.

Baca Juga: Boneka Kuda Menangis Viral di China, Jelang Perayaan Tahun Baru Imlek

Ringgit Malaysia juga terapresiasi signifikan sebesar 0,96% ke posisi 3,965 per dolar AS.

Penguatan juga terjadi pada yen Jepang yang naik 1% ke level 154,17 per dolar AS, sementara dolar Taiwan menguat 0,49% dan dolar Singapura naik 0,20%.

Di Asia Tenggara, rupiah turut mencatatkan penguatan harian sebesar 0,36% ke level Rp16.750 per dolar AS.

Peso Filipina dan yuan China juga menguat tipis, masing-masing 0,05% dan 0,10%.

Namun tidak semua mata uang bergerak positif. Baht Thailand justru melemah 0,34% terhadap dolar AS.

Secara kumulatif sejak awal 2026, ringgit Malaysia menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di Asia, menguat 2,30% dibandingkan posisi akhir 2025.

Yen Jepang dan dolar Singapura juga mencatatkan penguatan masing-masing 1,61% dan 1,32%.

Baca Juga: CEO JPMorgan: Perang Dunia III Sudah Dimulai? Ini Dampaknya ke Ekonomi

Sementara itu, rupiah tercatat melemah 0,48% sepanjang tahun berjalan, sejalan dengan tekanan yang juga dialami rupee India yang turun 2,25%. Won Korea Selatan secara year to date (YTD) masih tertekan tipis 0,29%.

Pergerakan mata uang Asia ini mencerminkan sentimen pasar yang mulai membaik terhadap aset regional, meski ketidakpastian global masih membayangi, terutama terkait arah kebijakan moneter AS dan perkembangan geopolitik.

Selanjutnya: Usai Lawatan Luar Negeri, Prabowo Pimpin Ratas Pantau Program Strategis

Menarik Dibaca: IHSG Berpotensi Rebound, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Senin (26/1)




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×