Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Sejumlah mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (26/1/2026), dengan won Korea Selatan dan ringgit Malaysia mencatatkan penguatan terbesar di kawasan.
Berdasarkan data pada pukul 02.16 GMT, won Korea Selatan menguat 1,30% ke level 1.443,7 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya.
Baca Juga: Boneka Kuda Menangis Viral di China, Jelang Perayaan Tahun Baru Imlek
Ringgit Malaysia juga terapresiasi signifikan sebesar 0,96% ke posisi 3,965 per dolar AS.
Penguatan juga terjadi pada yen Jepang yang naik 1% ke level 154,17 per dolar AS, sementara dolar Taiwan menguat 0,49% dan dolar Singapura naik 0,20%.
Di Asia Tenggara, rupiah turut mencatatkan penguatan harian sebesar 0,36% ke level Rp16.750 per dolar AS.
Peso Filipina dan yuan China juga menguat tipis, masing-masing 0,05% dan 0,10%.
Namun tidak semua mata uang bergerak positif. Baht Thailand justru melemah 0,34% terhadap dolar AS.
Secara kumulatif sejak awal 2026, ringgit Malaysia menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di Asia, menguat 2,30% dibandingkan posisi akhir 2025.
Yen Jepang dan dolar Singapura juga mencatatkan penguatan masing-masing 1,61% dan 1,32%.
Baca Juga: CEO JPMorgan: Perang Dunia III Sudah Dimulai? Ini Dampaknya ke Ekonomi
Sementara itu, rupiah tercatat melemah 0,48% sepanjang tahun berjalan, sejalan dengan tekanan yang juga dialami rupee India yang turun 2,25%. Won Korea Selatan secara year to date (YTD) masih tertekan tipis 0,29%.
Pergerakan mata uang Asia ini mencerminkan sentimen pasar yang mulai membaik terhadap aset regional, meski ketidakpastian global masih membayangi, terutama terkait arah kebijakan moneter AS dan perkembangan geopolitik.












