kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

AS Sebut China Belum Sepenuhnya Longgarkan Ekspor Rare Earth


Jumat, 15 Mei 2026 / 09:39 WIB
AS Sebut China Belum Sepenuhnya Longgarkan Ekspor Rare Earth
ILUSTRASI. Logam Tanah Jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menilai ekspor mineral tanah jarang (rare earth) dari China mulai menunjukkan perbaikan, meski Beijing disebut masih memperlambat persetujuan sejumlah pengiriman komoditas strategis tersebut.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan, otoritas AS masih harus turun tangan untuk membantu sejumlah perusahaan yang terdampak lambatnya penerbitan izin ekspor oleh China.

Baca Juga: Bursa Asia Tergelincir saat Imbal Hasil AS Tembus Level Tertinggi dalam Setahun

“Saya akan memberi mereka nilai lulus,” kata Greer dalam wawancara dengan Bloomberg Television, Kamis (15/5/2026).

“Kami memang melihat pasokan rare earth kembali membaik. Namun kadang prosesnya lambat. Ada situasi di mana kami harus menyampaikan langsung keberatan kami,” tambahnya.

Kontrol Ekspor China Masih Ketat

China mulai menerapkan pembatasan ekspor rare earth sejak April 2025 sebagai respons terhadap kebijakan tarif “Liberation Day” Presiden AS Donald Trump.

Meski pada Oktober tahun lalu Washington dan Beijing mencapai kesepakatan untuk melancarkan kembali arus pengiriman rare earth, kontrol ekspor China terhadap beberapa jenis mineral strategis masih dinilai sangat ketat.

Pemerintah China sendiri berulang kali membela kebijakan tersebut dan menyatakan hanya menyetujui permintaan ekspor yang memenuhi syarat.

Baca Juga: Taiwan Apresiasi Dukungan AS di Tengah Lanjutan Pembicaraan Trump–Xi

Pasokan Yttrium Mulai Mengalir

Greer mengungkapkan AS baru-baru ini menerima beberapa pengiriman besar yttrium, salah satu unsur rare earth yang hanya diproduksi di China.

Mineral tersebut sebelumnya mengalami kelangkaan selama lebih dari setahun dan memicu gangguan pasokan di industri semikonduktor serta dirgantara AS.

“Setiap kali ada masalah, kami menerima laporan dari perusahaan-perusahaan tertentu, lalu berkoordinasi dengan mitra kami di China dan sejauh ini mereka cukup konstruktif,” ujar Greer.

Baca Juga: China Ingin Selat Hormuz Dibuka Tanpa Pembatasan

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa China telah menyetujui beberapa ekspor besar yttrium pada April lalu, meski volumenya masih jauh di bawah level pengiriman normal sebelumnya.

Greer saat ini berada di China sebagai bagian dari delegasi Presiden Donald Trump dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×