Hong Kong memperketat IPO melalui skema SPAC

Jumat, 10 September 2021 | 13:29 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Hong Kong memperketat IPO melalui skema SPAC

ILUSTRASI. Bursa Hong Kong. REUTERS/Tyrone Siu


KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Hong Kong berencana untuk membatasi akses bagi investor ritel untuk membeli dan memperdagangkan saham dari perusahaan yang didirikan melalui skema perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC).

SPAC merupakan perusahaan cangkang yang didirikan secara khusus untuk menggalang dana melalui penawaran umum perdana (IPO) di pasar modal.

Menurut pemberitaan Bloomberg, Jumat (10/9), pemerintah Hong Kong hanya mengizinkan investor profesional dengan aset lebih dari HK$ 8 juta atau setara US$ 1 juta untuk berpartisipasi di pasar primer dan sekunder.

Hong Kong berencana untuk mengeluarkan skema investasi SPAC sebagai bagian konsultasi publik pada bulan ini. Sementara itu, basis investor yang lebih luas lebih disukai, sebagian besar pelaku pasar yang bertemu dengan pihak berwenang menyetujui batasan tersebut karena dapat mengurangi risiko pada fase awal dan memastikan awal yang mulus untuk memungkinkan ekspansi di kemudian hari. 

Baca Juga: Sea Ltd incar dana US$6,3 miliar, salah satu terbesar di Asia Tenggara

Masih ada pertanyaan apakah SPAC harus memenuhi persyaratan kapitalisasi pasar yang sama seperti perusahaan utama, yang saat ini ditetapkan minimal HK$500 juta atau senilai US$64 juta. 

Pekan lalu, Singapura juga mengusulkan ambang batas sebesar S$ 150 juta atau senilai US$ 112 juta, memotong setengah dari rencana semula. Peninjauan mendatang untuk mengetahui tanggapan publik terkait kebutuhan kapitalisasi pasar. 

Rencana itu masih bisa berubah karena regulator sedang melakukan peninjauan pada akhir pada draf aturan tersebut. SPAC menjadi produk investasi terpanas di keuangan global awal tahun ini, memicu hiruk-pikuk penerbitan tetapi juga meningkatkan pengawasan dari regulator. 

Hong Kong, sekarang mengejar ketinggalan, telah menekankan pentingnya melindungi investor. Media resmi di China juga telah menyuarakan keprihatinannya, menyebut SPAC sebagai permainan bagi investor biasa.

“Kami selalu mencari cara untuk meningkatkan kerangka kerja bursa kami untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara memberikan perlindungan investor yang tepat, kualitas pasar, dan daya tarik pasar,” kata juru bicara Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd.

“HKEX terus mengevaluasi kelayakan kerangka SPAC di Hong Kong, dan kami berharap dapat berkonsultasi dengan pasar mengenai hal ini pada waktunya.”

Investor profesional adalah individu yang memiliki portofolio minimal senilai HK$8 juta, termasuk saham, obligasi, deposito bank, dan uang tunai. Mereka dianggap lebih paham dan dapat mengantisipasi risiko produk investasi yang lebih kompleks dan memiliki tingkat perlindungan lebih kuat dari ritel.

Selanjutnya: Broker Properti Terbesar China Ini Bersiap IPO di Hong Kong, Goldman Sachs Terlibat

 

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru