kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Hong Kong Menjadi Target Baru Amerika dalam Memburu Pengemplang Pajak


Jumat, 13 November 2009 / 14:10 WIB
Hong Kong Menjadi Target Baru Amerika dalam Memburu Pengemplang Pajak


Sumber: Bloomberg | Editor: Dikky Setiawan

Hong Kong. Upaya pemerintah Amerika Serikat dalam memerangi para pengemplang pajak terus berlanjut. Kali ini jaksa penuntut dari negara kapitalis itu menjadikan Hong Kong sebagai target baru.

Mereka menempatkan Hong Kong sebagai ladang perburuan setelah menyita sejumlah data pemilik rekening dari perbankan di Swiss.

Di Hong Kong, pemeriksa pajak akan mengecek sejauh mana peran pelaku industry keuangan dalam aksi penghindaran pajak.

Mereka akan mengendus seberapa banyak uang milik warga Amerika yang harusnya terkena pajak, berpindah ke bekas koloni Inggris yang kembali ke China pada tahun 1997 itu.

Langkah ini merupakan lanjutan dari keberhasilan pemerintah Amerika dalam menembus kerahasiaan bank Swiss. Mereka juga belajar dari kesaksian “orang dalam” bank soal cara yang dilakukan UBS AG membantu orang-orang Amerika mengemplang pajak.

UBS, bank terbesar di Swiss dari sisi aset, pada Februari lalu pernah menghindari penuntutan aparat pajak. Agar terhindar dari tuntutan, mereka setuju untuk membayar denda senilai US$ 780 juta dan mengungkap data 250 klien mereka ke pemeriksa pajak. Pada Agustus, UBS membuka lagi 4.450 data pemilik rekening yang lainnya.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×