kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Hore, India bakal impor 1,1 juta ton olahan CPO dari Indonesia


Kamis, 20 Februari 2020 / 17:09 WIB
Hore, India bakal impor 1,1 juta ton olahan CPO dari Indonesia
ILUSTRASI. Petani sawit mengangkut hasil kebun mereka di lokasi loading Terima Buah Sawit (TBS) untuk dibawa ke pabrik pengolahan minyak sawit di Desa Semoi III, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019).

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India telah mengeluarkan izin impor untuk 1,1 juta ton refined bleached deodorized (RBD) palm olein dari Indonesia.

Ini sebuah langkah yang mengejutkan lantaran baru bulan lalu New Delhi membatasi impor produk turunan minyak kelapa sawit (CPO).

Pembelian kembali minyak sawit olahan oleh India, importir CPO terbesar di dunia, tentu bisa mengangkat impor minyak sawit negeri Sungai Gangga.

Baca Juga: Kemendag buka keran impor raw sugar asal India

India menempatkan produk turunan CPO termasuk RBD palm olein dalam daftar barang-barang impor terlarang pada 8 Januari 2020 lalu.

Langkah ini mendorong para trader untuk mengajukan izin ke Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (DGFT) Kementerian Perdagangan India untuk mengimpor RBD palm olein. DGFT menerima lebih dari 100 pengajuan izin impor.

Seorang pejabat Pemerintah India dan tiga trader mengatakan kepada Reuters, Kamis (20/2), DGFT telah menerbitkan izin impor untuk 1,1 juta ton RBD palm olein.

Baca Juga: Astra Agro Lestari (AALI) proyeksi produksi CPO tahun ini stagnan

Menurut seorang pejabat Pemerintah India, New Delhi mengeluarkan izin untuk mengimpor RBD palm olein hanya dari Indonesia.

Info saja, RBD palm olein merupakan bahan baku industri makanan, seperti mi instan, keripik kentang, dan donat. Produ ini juga jadi bahan baku margarin dan mentega putih atau shortening.


Tag

TERBARU

[X]
×