kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.805
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS608.023 -0,17%

Hubungan China dan Taiwan makin erat di sektor industri chip

Rabu, 07 November 2018 / 18:43 WIB

Hubungan China dan Taiwan makin erat di sektor industri chip
ILUSTRASI. Perang dagang AS-China



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Washington untuk memangkas pasokan chip asal China ke Amerika Serikat (AS) kini tengah menjadi sorotan. Sebabnya, China kini tengah injak gas untuk menjadi pemain global sebagai produsen chip komputer terbesar di gloal. 

Melansir pemberitaan Reuters Rabu (7/11) hal ini pun menutup kesepakatan global semikonduktor utama dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, China secara diam-diam sedang memperkuat kerjasama dengan perusahaan chip di Taiwan dengan mengirimkan atau transfer tenaga ahli.


Perusahaan raksasa chip asal Taiwan, yaitu Taiwan United Microelectronics Corp (UMC) pekan lalu dikabarkan menghentikan kegiatan penelitian dan pengembangan dengan mitra yang didukung oleh China yaitu Fujian Jinhua Intergrated Circuit Co Ltd, menyusul langkah AS.

Asal tahu saja, perusahaan Taiwan seperti UMC memang telah membantu memasok China dengan mengirimkan tenaga ahli, sebagai gantinya Taiwan pun punya akses untuk masuk ke pasar chip yang memang tumbuh deras di China.

Langkah China menggandeng perusahaan Chip pun bukan cuma untuk menjadi pemain global, dikabarkan China sedang menghadapi kekurangan chip sirkuit terpadu (intergrated chip/IC) selama bertahun-tahun. 

Setidaknya, pada tahun 2017 saja China mengimpor semikonduktor chip sebesar US$ 270 miliar. Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dari impor minyak mentah negara dengan populasi terbesar di dunia ini.

Dalam pemberitaan Reuters, setidaknya sudah ada 10 perusahaan patungan (joint ventures) atau kemitraan teknologi telah dibentuk dalam beberapa tahun terakhir antara perusahaan China dan Taiwan. Menurut pakar industri, hal ini bakal memikat para ahli di Taiwan dengan tawaran gaji serta tunjangan yang besar.

"Perusahaan semacam itu juga perlu berhati-hati untuk memastikan tidak ada pelanggaran paten atau hak cipta yang terlibat karena AS memiliki alat kontrol untuk membatasi kontrol, dan itu penting untuk dukungan teknologi," kata Randy Abrams, analis Credit Suisse di Taipei.

Di antara kemitraan ini, menurut Randy yang paling penting bagi China adalah memperkuat layanan pengecoran dan produksi chip. Lantaran, kedua sektor tersebut membutuhkan bantuan yang sangat besar dari perusahaan luar negeri karena kompleksitas teknologi, manufaktor dan kebutuhan modal yang sangat besar.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Yoyok

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0798 || diagnostic_web = 0.4176

Close [X]
×