kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Hujan deras sejak pagi hari, sejumlah wilayah Singapura terendam banjir


Selasa, 23 Juni 2020 / 13:42 WIB
Hujan deras sejak pagi hari, sejumlah wilayah Singapura terendam banjir
ILUSTRASI. Seorang pria bepergian dengan bus yang hampir kosong pada hari pertama tindakan "pemutus sirkuit" untuk mengekang wabah virus corona (COVID-19) di kawasan pusat bisnis di Singapura, 7 April 2020. REUTERS/Edgar Su

Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Banjir terjadi di beberapa bagian Singapura pada Selasa (23/6) setelah hujan lebat di pagi hari.

Sekitar pukul 06.30 pagi, Badan Lingkungan Nasional (NEA) memperingatkan, hujan sedang hingga deras bisa terjadi di sebagian besar wilayah Singapura.

"PUB ( Public Utilities Board) mengatakan, banjir bisa terjadi jika hujan deras," kata NEA di akun Twitter-nya, Selasa (23/6), seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Baca Juga: Punya efek berbahaya, Singapura tak rekomendasikan dexamethasone untuk pasien corona

Dalam sebuah pembaruan sekitar pukul 11.00, NEA menyebutkan, hujan yang mengguyur akan terus berlanjut di banyak daerah di Singapura hingga siang hari.

Gambar dan video yang pembaca Channelnewsasia.com kirim menunjukkan, kendaraan menerobos jalan yang banjir atau orang yang mengarungi air setinggi lutut.

Di Upper Changi Road, dekat pos Pemadam Kebakaran Changi, sebuah ambulans dan truk terlihat melaju menerjang banjir.

Baca Juga: Hadapi masa pascapandemi corona, Singapura gelontorkan ratusan triliun rupiah

Banjir juga terjadi di beberapa daerah di Bedok, termasuk dekat Kanal Bedok yang terlihat penuh dengan air.

Pembaca Channelnewsasia.com juga melaporkan banjir di sepanjang Jurong Town Hall Road serta Bukit Timah Road, dekat stasiun MRT King Albert Park.

PUB menyatakan, pada jam 9 pagi ketinggian air di Kanal Bedok sudah 100%, sehingga ada "risiko banjir tinggi".



TERBARU

[X]
×