kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

IMF Akan Bahas Pembiayaan Baru Untuk Kenya


Rabu, 24 September 2025 / 15:04 WIB
IMF Akan Bahas Pembiayaan Baru Untuk Kenya
ILUSTRASI. A man stands in front of an electronic board displaying market data at the Nairobi Securities Exchange in Nairobi, Kenya April 11, 2017. REUTERS/Baz Ratner


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NAIROBI. Dana Moneter Internasional (IMF) akan mengunjungi ibu kota Kenya, Nairobi, mulai 25 September hingga 9 Oktober untuk memulai pembicaraan dengan otoritas Kenya mengenai kemungkinan program baru yang didukung IMF.

Gubernur Bank Sentral Kenya, Kamau Thugge, pada Agustus mengatakan, negara di kawasan Afrika Timur menginginkan program IMF berikutnya berupa program yang didanai langsung. "Atas permintaan otoritas Kenya, tim staf IMF akan memulai diskusi awal dalam beberapa hari mendatang mengenai kemungkinan program yang didukung oleh IMF," kata Haimanot Teferra, kepala misi IMF untuk Kenya, dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters.

Baca Juga: IMF: Ekonomi AS Tertekan, Permintaan Turun dan Pertumbuhan Lapangan Kerja Melambat

Konsensus di kalangan analis keuangan menyatakan Kenya membutuhkan pinjaman baru dari IMF untuk membantu pembayaran utang luar negerinya.

"IMF tetap berkomitmen mendukung Kenya dalam upayanya menjaga stabilitas makroekonomi, menjaga keberlanjutan utang, serta memperkuat tata kelola," ujar Teferra. Ia menambahkan timnya menantikan keterlibatan yang konstruktif dengan otoritas Kenya dan para pemangku kepentingan lainnya selama kunjungan tersebut.

Pada Maret lalu, Kenya dan IMF membatalkan tinjauan akhir dari program dukungan sebelumnya, dan pemerintah Kenya tidak menerima pencairan terakhir dari dana Extended Fund Facility dan Extended Credit Facility senilai total US$ 3,6 miliar, dengan tahap akhir sebesar US$ 800 juta.

Kenya mengalami kesulitan dalam mengendalikan defisit fiskal dan meningkatkan penerimaan negara dua syarat utama dalam program IMF. Pemerintah juga terpaksa membatalkan rencana kenaikan pajak akibat protes nasional.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×