CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.016,00   11,88   1.18%
  • EMAS971.000 -0,31%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IMF mengingatkan varian Omicron dapat merusak pertumbuhan ekonomi global


Sabtu, 04 Desember 2021 / 12:48 WIB
IMF mengingatkan varian Omicron dapat merusak pertumbuhan ekonomi global
ILUSTRASI. IMF mengingatkan varian Omicron dapat merusak pertumbuhan ekonomi global


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON.The International Monetary Fund (Dana Moneter Internasional/IMF) kemungkinan akan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global karena munculnya varian baru Omicron dari virus Corona.

Seperti diketahui, varian Omicron telah menyebar dengan cepat setidaknya di 40 negara sejak pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pekan lalu. Sebagai respons, banyak pemerintah telah memperketat aturan perjalanan untuk mencegah masuknya varian Omicron ini ke negara mereka.

"Varian baru yang dapat menyebar sangat cepat dapat merusak kepercayaan, dan dalam hal itu, kami kemungkinan akan melihat beberapa penurunan proyeksi pertumbuhan global kami pada Oktober," kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam konferensi seperti dilansir Reuters, Sabtu (4/12).

Masih banyak yang belum diketahui tentang virus varian Omicron ini. Para peneliti mengatakan virus itu bisa saja mengambil materi genetik dari virus lain, mungkin yang menyebabkan flu biasa, yang akan membuatnya lebih mudah menghindari pertahanan sistem kekebalan manusia.

Baca Juga: Varian Omicron gerus kekayaan 10 miliarder dunia berharta di atas US$ 100 miliar

Beberapa bagian negara Eropa dan Amerika Serikat sedang bergulat dengan gelombang infeksi varian Delta yang lebih dikenal. Ketegangan baru dapat semakin mengganggu stabilitas ekonomi yang masih muncul dari penguncian dan gangguan terkait COVID-19.

Sebuah pesta Natal perusahaan di ibukota Norwegia Oslo mengakibatkan setidaknya 13 infeksi, menjadikannya wabah terbesar di luar Afrika Selatan, kata para pejabat.

Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan kepada Reuters Next bahwa varian yang menyebar cepat harus menjadi lebih menular untuk mengalahkan Delta, yang menyumbang 99% dari transmisi saat ini.

Baca Juga: Varian Omicron sudah masuk Malaysia sejak 19 November, sebelum pengumuman WHO

"Kita harus siap dan hati-hati, jangan panik, karena situasi kita berbeda dengan tahun lalu," katanya.

Direktur kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan tidak ada bukti bahwa vaksin yang ada perlu dimodifikasi untuk melawan Omicron. Dia mengatakan para pejabat harus bekerja untuk mendapatkan lebih banyak orang yang disuntik dengan vaksin yang saat ini ada di pasaran.

"Kita perlu fokus untuk membuat orang yang paling berisiko divaksinasi," kata Ryan di sebuah acara media sosial.

Namun, juru bicara WHO Christian Lindmeier mengatakan pada briefing PBB di Jenewa bahwa pembuat vaksin harus bersiap untuk kemungkinan menyesuaikan produk mereka. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×