kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Imigran Turki yang sukses berbisnis peralatan militer AS (1)


Kamis, 04 Juli 2019 / 09:55 WIB
Imigran Turki yang sukses berbisnis peralatan militer AS (1)

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tri Adi

Walaupun tercatat sebagai imigran asal Turki, Eren Ozmen bisa sukses berbisnis di Amerika Serikat. Bisnisnya cukup prestisius. Wanita yang kekayaannya mencapai US$ 1,4 miliar ini bisa dipercaya menyediakan alat militer negeri Paman Sam seperti kamera, sensor, hingga peralatan navigasi. Eren kini masuk dalam daftar wanita terkaya di Amerika Serikat. Eren juga dikenal sebagai dermawan. Ia memberikan donasi ke kampus tempat wanita ini belajar.

Cukup banyak imigran yang berhasil sukses berbisnis di Amerika Serikat (AS). Salah satunya adalah Eren Ozmen.

Imigran asal Turki ini berhasil membangun bisnis teknologi di bidang penerbangan dan pertahanan, melalui perusahaannya bernama, Sierra Nevada Corp. Eren masuk dalam daftar wanita terkaya di AS bersama dengan pengusaha dan selebritas seperti, Kylie Jenner, Oprah Winfrey dan Rihanna.

Forbes mencatat, kekayaan Eren sampai hari ini mencapai US$ 1,4 miliar. Dia menduduki jabatan tertinggi sebagai presiden dan pemegang saham mayoritas Sierra Nevada..

Pilihan Eren meninggalkan Turki pada 1980-an tidak sia-sia. Setelah susah payah bekerja siang hari di bank dan bersekolah pada malam hari, membuat mimpinya pergi ke Amerika terwujud.

Ia kini dikenal publik sebagai miliader sekaligus pengusaha Turki-Amerika yang sukses.. Eren dan suaminya, Fatih awalnya membeli Sierra Nevada Corporation pada tahun 1994 dan membangun menjadi perusahaan teknologi ruang angkasa, penerbangan, dan elektronik yang canggih untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. Di bawah kendali Eren, perusahaan ini tumbuh dari perusahaan yang diisi 20 orang karyawan menjadi perusahaan global yang bernilai miliaran dollar.

Perusahaan yang bermarkas di Nevada ini telah mengakuisisi 19 perusahaan lain di 34 lokasi yang terletak di 19 negara bagian AS, Inggris, Jerman, Turki dengan melibatkan lebih dari 3.000 karyawan.




TERBARU

Close [X]
×