Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Hendra Gunawan
AMSTERDAM. Ambisi miliarder telekomunikasi (telko), Patrick Drahi, seakan tak pernah padam. Setelah gagal membeli Bouygues Telecom dengan harga US$ 11 miliar, Drahi bersiap mengakuisisi perusahaan telko asal Belanda.
Sumber Bloomberg berbisik, salah satu perusahaan telko terbesar di Negeri Kincir Angin, yakni Royal KPN NV, masuk radar target akuisisi Drahi. Demi memuluskan rencana ini, miliarder asal Prancis ini mendirikan perusahaan induk baru bernama Altice NV.
Altice NV beroperasi di Belanda. Perusahaan induk anyar ini memiliki valuasi € 62 miliar atau setara US$ 69 miliar, termasuk beban utang. Altice NV akan menggantikan induk usaha konglomerasi bisnis telko Drahi saat ini, Altice SA.
Pemegang satu saham Altice SA berhak mendapatkan tiga saham seri A dengan masing-masing berisikan satu hak suara. Pemegang saham existing juga mengantongi satu saham seri B dengan 25 hak suara. “Altice NV dipersiapkan untuk melakukan transaksi yang lebih besar, agar mampu secara pendanaan," ujar Altice NV CEO Dexter Goei, seperti dikutip Bloomberg, akhir pekan kemarin.
Miliarder Drahi masih tercatat sebagai pemegang saham mayoritas atau mengempit sekitar 58% saham Altice NV. Yang berbeda, struktur saham Altice NV memungkinkan perusahaan menerbitkan saham baru (right issue) mencapai € 50 miliar.
Goei menjelaskan, Royal KPN merupakan satu dari lima perusahaan yang diincar Altice. Kelima perusahaan bidikan Altice merupakan perusahaan telko yang berbasis di Eropa.
“Tapi akuisisi belum tentu terjadi dalam waktu dekat atau tahun ini. Untuk Royal KPN, kami masih terus dalam tahap penjajakan. Yang pasti Altice punya kapasitas untuk berinvestasi besar di Belanda," ujar Goei. Nama lain yang masuk radar akuisisi Altice adalah perusahaan telko asal Belgia, Proximus. Rumor beredar, pemerintah Belgia berniat menjual kepemilikan saham di Proximus.
Rajin akuisisi
Sejak penawaran saham perdana (IPO) pada tahun 2014 lalu, Altice merupakan raksasa telko yang rajin menggelar agenda akuisisi. Pekan lalu, Altice mengajukan proposal akuisisi senilai US$ 11 miliar kepada Bouygues Telecom, perusahaan seluler terbesar ketiga di Prancis. Drahi ingin menggabungkan Bouygues dengan perusahaan WiFi miliknya, Numericable-SFR.
Mei lalu, Altice resmi mengakuisisi Suddenlink Communications senilai US$ 9,1 miliar. Drahi juga pernah memproses akuisisi aset Oi sa di Portugal seharga € 7,4 miliar atau US$ 9,2 miliar.













