kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Indeks Manufaktur Jepang di Bulan April Berada di Level 53,5


Senin, 02 Mei 2022 / 11:17 WIB
Indeks Manufaktur Jepang di Bulan April Berada di Level 53,5
ILUSTRASI. Manufaktur Jepang


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Aktivitas manufaktur Jepang bulan April tumbuh pada kecepatan yang lebih lambat dari bulan sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena gangguan rantai pasokan dan tindakan penguncian virus corona yang ketat di China merusak permintaan dari luar negeri.

Aktivitas di sektor manufaktur tertahan oleh ketahanan dalam output, pesanan secara keseluruhan dan optimisme tentang tahun depan, bahkan ketika produsen semakin waspada terhadap tekanan harga yang bertahan, perang Ukraina, kemacetan logistik dan prospek ekonomi global.

Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) au Jibun Bank Japan Manufacturing turun ke penyesuaian musiman 53,5 di bulan April dari data final bulan Maret 2022 yang berada di level 54,1.

Itu sebagian besar sejalan dengan pembacaan flash di level 53,4. Sebenarnya, posisi 50 memisahkan kontraksi dari ekspansi.

Baca Juga: Cerminkan Dampak Lockdown, Indeks Aktivitas Pabrik di China per April Terbenam

"Data PMI terbaru menunjukkan ekspansi berkelanjutan di sektor manufaktur Jepang pada awal kuartal kedua," kata Usamah Bhatti, Ekonom S&P Global, yang menyusun survei tersebut.

"Tingkat pertumbuhan mereda dari Maret karena perusahaan mencatat pertumbuhan yang lebih lemah dalam pesanan baru dan ekspansi tingkat produksi yang tidak berubah secara luas," lanjut Bhatti.

Survei PMI menunjukkan bahwa harga input melonjak pada kecepatan terkuat sejak Agustus 2008, mendorong produsen untuk menaikkan harga jual pada tingkat tercepat dalam sejarah survei.

Itu membuat optimisme perusahaan tentang kondisi untuk 12 bulan ke depan turun ke level terendah sejak Juli 2020.

“Meskipun masih optimis, produsen barang Jepang semakin mewaspadai dampak lanjutan dari tekanan harga dan pasokan, serta dampak perang dan perpanjangan lockdown di China,” pungkas Bhatti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×