kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

India Berencana Melanjutkan Agenda Privatisasi BUMN


Jumat, 12 Juli 2024 / 20:09 WIB
ILUSTRASI. A Hindu holy man, or a Sadhu, walks at a polling station during the second phase of the general election in Vrindavan, in the northern Indian state of Uttar Pradesh, India, April 26, 2024. REUTERS/Anushree Fadnavis 


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India berencana merombak lebih dari 200 perusahaan milik negara agar lebih menguntungkan. Ini menandakan program privatisasi agresif Perdana Menteri Narendra Modi. 

Program untuk memprivatisasi sebagian besar sektor negara di India senilai US$ 600 miliar yang diumumkan pada tahun 2021 berjalan melambat menjelang pemilihan umum pada April-Mei. Saat ini, rencana tersebut kemungkinan mendapat lebih banyak perlawanan setelah Modi kehilangan mayoritasnya di parlemen. 

Baca Juga: Inflasi Ritel India Kembali Naik Pada Juni, Seiring Melonjaknya Harga Pangan

Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman seperti dikutip Reuters mengatakan, rencana tersebut akan diumumkan saat rilis anggaran tahunan pada tanggal 23 Juli. Sumber menyebut, rencananya akan ada penjualan sebagian besar tanah yang kurang dimanfaatkan oleh perusahaan dan ada monetisasi aset lainnya. 

India menargetkan bisa mengumpulkan dana US$ 24 miliar pada tahun fiskal saat ini dan menginvestasikannya kembali dana di perusahaan.
 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×