kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

India dan Indonesia Bakal Jadi Pasar Kunci Yahoo! Mobile


Rabu, 16 Juni 2010 / 19:08 WIB
India dan Indonesia Bakal Jadi Pasar Kunci Yahoo! Mobile


Reporter: Femi Adi Soempeno, CNA |

SINGAPURA. Perusahaan search engine Yahoo! menegaskan, Indonesia dan India akan menjadi kunci utama untuk mengembangkan bisnis mobile-nya di Asia. Yahoo! berencana untuk menyurung pasar ini seiring dengan suplier ponsel yang mendorong penggunaan mobile data.

Selama ini, penetrasi ponsel di Asia tumbuh pesat, namun penggunaan data melalui ponsel masih terbilang rendah. Namun, Indonesia dan India yang menggenjor infrastruktur data dan servisnya, keduanya akan menjadi kunci utama untuk pasar mobile data di wilayahnya.

Irv Henderson, VP, product management, Connected Life, Yahoo! mengatakan, "Jaringan data akan terus menguat dalam waktu yang akan datang. Implementasi 3G di India akan makin signifikan hingga akhir tahun ini; dan hal ini juga sudah makin berkembang di pasar kunci seperti Indonesia," katanya.

Menurut Henderson, dari piranti hingga sistem operasi bergerak begitu agresifnya di dua wilayah ini; memberi tawaran servis yang lebih baik bagi konsumen.

Yahoo! menghitung, Indonesia kini memiliki pasar potensial yang mencapai 130 juta subscriber, meski hanya seperempatnya yang menggunakan smartphone. Sementara itu, India memiliki 500 juta subscriber, dengan 15 juta diantaranya menggunakan data plan.

Untuk itu mendorong pasar ini, Yahoo! menggandeng Alcatel untuk memproduksi low-cost smartphone yang dibundel dengan konten Yahoo! senilai US$ 100 per unit.

Minggu lalu, Yahoo! juga merangkul Nexian yang memiliki pasar cukup besar di Indonesia. "Mereka kini telah menjual sekitar 20%-nya," kata Henderson.




TERBARU

[X]
×