kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

India terancam kekurangan vaksin Covid-19 sampai akhir tahun


Jumat, 21 Mei 2021 / 07:23 WIB
ILUSTRASI. Pusat vaksinasi yang ditutup karena tidak tersedianya pasokan vaksin Covid-19, di Mumbai, India. 


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Bencana kesehatan di India terancam memburuk setelah produksi vaksin Covid-19 pada bulan Agustus hingga Desember diprediksi akan lebih rendah dari perkiraan.

Produksi yang lebih rendah dari perkiraan ini jelas dapat menunda rencana untuk memvaksinasi semua orang dewasa tahun ini. 

Dilansir dari Reuters, pemerintah India pekan lalu secara terbuka memperkirakan 1,46 miliar dosis dari tiga jenis vaksin yang disetujui, yakni AstraZeneca, Sputnik V, dan Covaxin, akan dibuat antara Agustus dan Desember.

Baca Juga: Ini 5 Presiden dan Perdana Menteri yang meremehkan Covid-19

Produksi vaksin AstraZeneca oleh Serum Institute of India (SII) diharapkan mencapai 100 juta hingga 110 juta per bulan dimulai dari bulan Juli, dan akan bertahan hingga beberapa bulan ke depan.

Meski terlihat besar, nyatanya jumlah itu masih 200 juta dosis lebih sedikit dari 750 juta dosis yang dihasilkan dalam lima bulan terakhir.

SII yang merupakan produsen vaksin terbesar di dunia, saat ini menghadapi kekurangan bahan baku untuk vaksin lain yang menjadi andalan pemerintah.

Demi memenuhi kebutuhan dalam negeri, SII telah menghentikan ekspor hingga akhir tahun. Keputusan ini cukup berdampak bagi puluhan negara miskin yang juga kekurangan vaksin.

Baca Juga: Di negara ini, sebagian warga anggap vaksin Covid-19 adalah setan

Kepada Reuters, juru bicara produsen vaksin Covaxin, Bharat Biotech, mengatakan bahwa bulan lalu pihaknya meningkatkan kapasitas produksi tahunannya menjadi lebih dari 500 juta dosis, atau sekitar 42 juta dosis sebulan. Saat ini merekan sudah menghasilkan sekitar 10 juta dosis sebulan.

Distributor lokal vaksin Sputnik V Rusia, Dr. Reddy's Laboratories, belum memberikan komentar apapun terkait laporan ini.

Selain produksi ketiga vaksin utama tersebut, pemerintah India memperkirakan mampu memproduksi sebanyak 
866 juta dosis dari lima vaksin yang belum disetujui pada bulan Agustus hingga Desember. Tahun ini pemerintah India berjanji untuk menyediakan hingga 2,67 miliar dosis vaksin.

Selanjutnya: Perbedaan gejala Covid-19 virus corona hasil mutasi di Inggris, India & Afrika




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×