Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Indonesia menunjuk sejumlah bank untuk mengatur penerbitan perdana obligasi panda (panda bond) berdenominasi yuan di pasar obligasi antarbank China.
Mengutip Reuters, Selasa (21/7/2026), langkah tersebut merupakan bagian dari rencana Indonesia untuk memasuki pasar obligasi domestik China melalui instrumen utang berdenominasi mata uang yuan.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Selasa (21/7), Harapan Mediasi Timur Tengah Tekan Harga Minyak
Berdasarkan dokumen mandat yang ditinjau Reuters, Bank of China akan bertindak sebagai lead underwriter sekaligus lead bookrunner dalam penerbitan tersebut.
Sementara itu, China International Capital Corporation (CICC), CITIC Securities, DBS Bank China, dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) ditunjuk sebagai joint lead underwriters dan joint bookrunners.
Penerbitan obligasi tersebut masih bergantung pada kondisi pasar.
Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa Indonesia memiliki peringkat utang Baa2 dari Moody's, serta BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings.
Selain itu, Indonesia juga mengantongi peringkat domestik AAA dari lembaga pemeringkat China, Lianhe, yang menjadi salah satu faktor pendukung bagi penerbitan obligasi di pasar keuangan domestik China.
Baca Juga: Baht Thailand Melemah Paling Dalam, Mayoritas Mata Uang Asia Bergerak Terbatas
Panda bond merupakan obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar obligasi domestik China.
Instrumen ini memungkinkan penerbit memperoleh pendanaan langsung dalam mata uang China sekaligus memperluas basis investor internasional.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
