Inflasi Australia Sentuh Level Tertinggi Dalam 32 Tahun pada Desember 2022

Rabu, 25 Januari 2023 | 16:39 WIB Sumber: CNBC
Inflasi Australia Sentuh Level Tertinggi Dalam 32 Tahun pada Desember 2022

ILUSTRASI. Sydney Opera House.


KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Inflasi di Australia akhirnya menyentuh level tertinggi pada kuartal terakhir di tahun 2022. Nilainya mencapai 7,8%, tertinggi sejak Maret 1990.

Menurut Biro Statistik Australia, kenaikan harga itu didorong oleh tingginya harga makanan, bahan bakar otomotif, dan konstruksi perumahan baru.

Kenaikan harga tertinggi terjadi pada sektor perjalanan domestik dan internasional, masing-masing sebesar 13,3% dan 7,6%.

Pada hari Selasa (24/1), survei bisnis bulanan National Australia Bank (NAB) menunjukkan kondisi bisnis di bulan Desember lebih buruk dari bulan sebelumnya.

"Survei tersebut mencerminkan kondisi perdagangan, profitabilitas, dan pekerjaan yang memburuk. Poin utama dari survei itu adalah bahwa momentum pertumbuhan telah melambat secara signifikan pada akhir tahun 2022," tulis NAB dalam laporannya.

Baca Juga: Lebih Tinggi dari Perkiraan, Inflasi Inti Singapura Capai 5,1% pada Desember 2022

Di sisi lain, survei NAB menunjukkan bahwa kepercayaan bisnis di bulan Desember justru naik dari bulan sebelumnya.

Sebelumnya, survei ekonom yang dilakukan Reuters menunjukkan bahwa indeks harga konsumen pada kuartal tersebut diperkirakan naik 7,5%, lebih rendah dari perkiraan Reserve Bank of Australia sebesar 8%.

Di saat yang sama, harga barang diprediksi naik 9,5%, turun tipis dari 9,6% yang tercatat di kuartal sebelumnya. Biaya layanan naik 5,5%, tertinggi sejak 2008.

Baca Juga: Ekonomi Global Belum Menentu, Aktivitas Manufaktur Beberapa Negara Lesu

Mengutip CNBC, sejumlah saham bank yang terdaftar di Australia akhirnya memangkas kenaikan pasca laporan biro statistik dirilis. Beberapa bank tersebut di antaranya adalah Commonwealth Bank of Australia, Westpac Banking Group, dan National Australia Bank. 

Saham-saham bank itu kemudian diperdagangkan di bawah garis datar karena proyeksi bank sentral yang terpangkas akan menghentikan kenaikan suku bunga untuk menjinakkan inflasi.

Dolar Australia naik 0,51% dan terakhir diperdagangkan pada 0,7082 terhadap dolar AS.

Selanjutnya: Mengenal Produk Asuransi Mobil Gempa Bumi dan Manfaatnya

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru