kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.025   23,00   0,13%
  • IDX 5.298   19,45   0,37%
  • KOMPAS100 683   3,64   0,54%
  • LQ45 534   4,09   0,77%
  • ISSI 180   0,29   0,16%
  • IDX30 300   2,41   0,81%
  • IDXHIDIV20 393   3,40   0,87%
  • IDX80 79   0,55   0,71%
  • IDXV30 109   0,82   0,76%
  • IDXQ30 99   0,97   0,99%

Inflasi Inggris Melonjak Menjadi 3,5%, Suku Bunga Berpotensi Naik pada November 2026


Rabu, 21 Oktober 2026 / 13:35 WIB
Diperbarui Rabu, 21 Oktober 2026 / 13:36 WIB
Inflasi Inggris Melonjak Menjadi 3,5%, Suku Bunga Berpotensi Naik pada November 2026
ILUSTRASI. NULL (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Inflasi Inggris meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada September 2026, seiring lonjakan harga energi akibat perang Iran yang semakin menekan biaya hidup masyarakat. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa Bank of England (BoE) akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada bulan depan.

Data resmi yang dirilis pada Rabu (21/10/2026) menunjukkan, inflasi konsumen tahunan Inggris mencapai 3,5% pada September 2026, naik dari 3,1% pada Agustus 2026.

Angka tersebut melampaui perkiraan median ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan inflasi meningkat menjadi 3,4%. Kenaikan harga energi yang dipicu perang Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tekanan inflasi semakin kuat pada bulan lalu.

Sebelumnya, Bank of England memperkirakan inflasi Inggris hanya akan meningkat menjadi 3,0% dalam proyeksi yang diterbitkan pada Juli 2026.

Inggris menghadapi dampak perang di kawasan Teluk lebih besar dibandingkan sebagian besar negara Barat lainnya. Hal ini tidak terlepas dari ketergantungan Inggris yang tinggi terhadap impor gas alam.

Baca Juga: IPO Jio Platforms Senilai US$ 3,2 Miliar Laris dalam Dua Jam, Investor Berebut Saham

BoE sebelumnya menyatakan bahwa guncangan harga energi sejauh ini masih memberikan dampak terbatas terhadap inflasi Inggris secara keseluruhan. Namun, Gubernur BoE Andrew Bailey dan sejumlah pembuat kebijakan lainnya menilai kemungkinan kenaikan suku bunga semakin besar apabila harga energi bertahan pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Pasar Perkirakan Suku Bunga Inggris Naik pada November

Pelaku pasar memperkirakan Bank of England akan menaikkan suku bunga acuan atau Bank Rate menjadi 4% pada November 2026. Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi kenaikan suku bunga pertama dalam tiga tahun terakhir.

Sejak perang Amerika Serikat (AS)-Iran pecah pada Februari 2026, bank sentral Inggris sejauh ini mempertahankan suku bunga acuannya tanpa perubahan.

Selain perkembangan inflasi, kondisi pasar tenaga kerja juga berpotensi memengaruhi keputusan kebijakan moneter BoE. Data yang dirilis pada Selasa (20/10/2026) menunjukkan tanda-tanda stabilisasi di pasar tenaga kerja Inggris.

Perkembangan tersebut berpotensi memperkuat alasan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga guna mengendalikan tekanan inflasi.

Kenaikan suku bunga umumnya digunakan bank sentral untuk menekan permintaan dalam perekonomian dan mengendalikan laju kenaikan harga. Namun, kebijakan tersebut juga berpotensi meningkatkan biaya pinjaman bagi rumah tangga dan pelaku usaha.

Baca Juga: Malaysia Melarang Pegawai Negeri Gunakan Aplikasi Waze Karena Terkait Dengan Israel

Pemerintah Inggris Siapkan Dukungan bagi Rumah Tangga

Rilis data inflasi terbaru ini berlangsung sepekan sebelum Menteri Keuangan Inggris John Healey menyampaikan anggaran pertamanya.

Dalam anggaran tersebut, Healey diperkirakan akan menawarkan tambahan dukungan bagi rumah tangga yang paling terdampak oleh kenaikan harga energi.

Lonjakan biaya energi menjadi tantangan bagi pemerintah Inggris karena berpotensi memperbesar beban pengeluaran masyarakat sekaligus mempersulit upaya pengendalian inflasi.

Kombinasi kenaikan inflasi, ketidakpastian harga energi, dan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter membuat perkembangan ekonomi Inggris menjelang akhir 2026 menjadi perhatian pelaku pasar.


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×