kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Inflasi Jerman di Mei Melorot ke Level Nol


Kamis, 11 Juni 2009 / 14:45 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

FRANKFURT. Untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, tingkat inflasi Jerman melorot ke level nol pada bulan Mei. Hal ini terjadi seiring dengan menurunnya biaya energi dan lemahnya permintaan.

Menurut data dari Federal Statistics Office di Wiesbaden, Indeks Harga Konsumen Jerman tidak mengalami perubahan dibanding tahun lalu setelah mengalami kenaikan 0,8% di bulan April.

Dijelaskan pula, adanya penurunan harga minyak mentah hingga 46% dalam setahun terakhir menekan angka inflasi. Pada saat yang bersamaan, banyak perusahaan yang memangkas harga sebagai strategi bertahan di tengah resesi terburuk sejak Perang Dunia II.

Sementara itu, bank sentral Eropa sudah memprediksi adanya kemungkinan terjadinya deflasi di Eropa. Sebagai salah satu buktinya, President Jean-Claude Trichet pernah mengatakan sifat inflasi yang terjadi saat ini hanya sementara dan besar kemungkinan akan bergerak ke teritori negatif pada tahun ini.

Hal tersebut diamini oleh para analis. “Inflasi akan terus melorot di bawah angka nol dalam beberapa bulan ke depan dan tetap akan bertengger di sana sesuai dengan harga minyak mentah dunia,” jelas Stefan Bielmeier, Head of Economic Research Deutsche Bank AG di Frankfurt. Meski demikian, Bielmeier juga bilang, risiko terjadinya deflasi terbilang kecil karena angka inflasi inti relatif tinggi.




TERBARU

[X]
×