Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - BEIRUT. Setidaknya 10 orang tewas dan 50 lainnya terluka akibat serangan udara Israel di Lembah Bekaa, Lebanon, kata dua sumber keamanan kepada Reuters. Setelah militer Israel menyatakan menargetkan lokasi-lokasi milik Hezbollah di wilayah Baalbek.
Serangan pada Jumat tersebut menjadi salah satu yang mematikan di Lebanon timur dalam beberapa pekan terakhir dan berisiko menegangkan kembali gencatan senjata yang dimediasi United States antara Israel dan Hezbollah, yang sebelumnya sudah tegang karena saling menuduh pelanggaran.
Militer Israel dalam pernyataannya menyebut telah menyerang pusat komando Hezbollah di daerah Baalbek, yang termasuk Lembah Bekaa. Dalam pernyataan terpisah pada Sabtu, Israel menyebut telah mengeliminasi beberapa anggota jaringan misil Hezbollah di tiga pusat komando berbeda yang baru-baru ini teridentifikasi beroperasi untuk mempercepat kesiapan dan pembangunan kekuatan organisasi, sekaligus merencanakan serangan tembakan ke Israel.
Baca Juga: India dan Brasil Teken Kerjasama Terkait Pertambangan dan Perdagangan
Hezbollah menyatakan delapan anggotanya, termasuk komandan Hussein Mohammad Yaghi, tewas dalam serangan Jumat di wilayah Bekaa.
Israel dan Hezbollah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi United States pada 2024, untuk mengakhiri lebih dari setahun pertukaran tembakan di perbatasan yang berujung pada serangan Israel yang melemahkan kelompok yang berafiliasi dengan Iran ini. Sejak itu, kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.
Pejabat AS dan Israel menekan otoritas Lebanon untuk membatasi persenjataan Hezbollah, sementara pemimpin Lebanon memperingatkan bahwa serangan Israel yang lebih luas bisa semakin mendestabilisasi negara yang sudah dilanda krisis politik dan ekonomi.
Militer Israel juga menargetkan yang disebut sebagai pusat komando Hamas di wilayah Ain al-Hilweh, sebuah kamp pengungsi Palestina padat penduduk di dekat Sidon, Lebanon selatan.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengecam serangan Israel semalam di wilayah Sidon dan kota-kota di Bekaa sebagai "pelanggaran baru" terhadap kedaulatan Lebanon dan pelanggaran kewajiban PBB, serta meminta negara-negara pendukung stabilitas regional, termasuk Amerika Serikat, untuk menekan penghentian segera guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Baca Juga: Hong Kong Siapkan Rp 8,2 Triliun untuk Beli Kembali Apartemen Korban Kebakaran
Hamas mengecam serangan Israel di Ain al-Hilweh dan menolak klaim Israel, dengan menyatakan bahwa lokasi tersebut milik Joint Security Force kamp yang bertugas menjaga keamanan.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)