kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Inggris Bakal Larang Vape Sekali Pakai, Ini Alasannya


Senin, 29 Januari 2024 / 07:04 WIB
Inggris Bakal Larang Vape Sekali Pakai, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Inggris akan melarang penggunaan vape sekali pakai untuk menghentikan kecanduan pada anak-anak


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - LONDON. Inggris akan melarang penjualan vape sekali pakai untuk mencegah kecanduan di kalangan anak muda. 

Senin (29/1), Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak akan mengumumkan rencana untuk melarang penjualan vape sekali pakai. Ini jadi langkah awal pemerintah Inggris dalam merealisasikan undang-undang yang mencegah generasi muda membeli tembakau.  

Di bawah peraturan baru ini, akan ada pembatasan terkait rasa vape, persyaratan kemasan polos, dan perubahan penampilan vape atau rokok elektrik agar kurang menarik bagi anak muda berusia 15 tahun atau lebih muda. 

“Seiring dengan komitmen kami untuk menghentikan anak-anak berusia 15 tahun atau yang lebih muda untuk membeli rokok secara legal, perubahan ini akan meninggalkan warisan abadi dengan melindungi kesehatan anak-anak untuk jangka panjang,” kata Sunak dalam sebuah pernyataan.

Rokok menjadi pembunuh terbesar di Inggris yang dapat dicegah, menyebabkan satu dari empat kematian terkait kanker, atau sekitar 80.000 kematian per tahun, kata pemerintah. 

Baca Juga: Vape Aneka Rasa Berbahaya Bagi Tubuh, Ini Penjelasan WHO

Pada bulan Oktober, Sunak mengumumkan rencana untuk mengesahkan undang-undang yang berarti bahwa siapa pun yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2009, tidak akan dapat membeli tembakau seumur hidup mereka.

Meskipun vape dipandang sebagai kunci untuk membantu orang berhenti merokok, ada kekhawatiran bahwa vape dapat mendorong kecanduan nikotin di kalangan anak muda. Di mana, 9% anak berusia 11 hingga 15 tahun kini menggunakan vape, kata pemerintah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada bulan Desember semua rasa vape harus dilarang.

Namun, kelompok industri dan Asosiasi Industri Vaping Inggris berpendapat bahwa vape mempunyai risiko kesehatan yang jauh lebih rendah dibandingkan tembakau, dan rasa adalah kunci dalam mendorong perokok untuk beralih.

“Saya mempunyai kewajiban untuk melakukan apa yang menurut saya merupakan hal yang benar bagi negara kita dalam jangka panjang,” kata Sunak.

Baca Juga: Presiden Meksiko Ingin Rilis UU Anti-Vape, Cek Bahaya Asap Vape Untuk Kesehatan

“Itulah sebabnya saya mengambil tindakan berani untuk melarang vape sekali pakai, yang telah mendorong peningkatan vaping di kalangan generasi muda, dan mengedepankan kekuatan baru untuk membatasi rasa vape, memperkenalkan kemasan polos dan mengubah cara vape ditampilkan di toko-toko.”

Pemerintah mengatakan bahwa selain manfaat kesehatannya, larangan penggunaan vape sekali pakai juga akan membantu lingkungan, dengan 5 juta vape dibuang setiap minggunya.




TERBARU

[X]
×