kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Inggris tidak bisa menjamin prospek bisnis pasca Brexit


Rabu, 07 Februari 2018 / 22:23 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Brexit di Inggris


Sumber: Reuters | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - LONDON.  Inggris tidak bisa menjamin masa depan berbisnis di negara tersebut setelah British Exit (Brexit) terealisasi pada 2019 mendatang. Menteri Bisnis dan Industri Inggris Greg Clark menyatakan, pihaknya belum bisa menjabarkan akan seperti apa hubungan Inggris dengan Uni Eropa pasca berpisah dari kawasan tersebut.

"Ini tergantung negosiasi yang akan terjadi. Kami tidak bisa menjamin adanya kondisi yang Inggris inginkan hingga kesepakatan ini disetujui kedua belah pihak," kata Clark jelang rapat antar menteri Inggris dengan Perdana Menteri Theresa May, seperti dilansir Reuters, Rabu (7/2).

Sebelumnya, para pebisnis menginginkan kejelasan dari pemerintah Inggris mengenai peraturan perdagangan Inggris dengan Uni Eropa, sehingga mereka bisa mengambil keputusan investasi dengan pasti.

Banyak pebisnis di Inggris yang khawatir iklim perekonomian Inggris akan karut marut, karena Brexit bisa menganggu perdamaian dengan Irlandia Utara, menganggu ekonomi Inggris dan menjatuhkan posisi London sebagai sentra finansial yang menjadi rival New York.

Perkembangan Brexit saat ini telah mencapai negosiasi tahap kedua. Pada tahap pertama, kesepakatan adanya masa transisi, telah digarisbawahi kedua belah pihak dan diperkirakan akan diteken pada Maret mendatang.

Namun, Uni Eropa ingin membatasi akses Inggris pada pasar terbuka UE di masa transisi tersebut, jika melanggar peratuan yang disepakati. Hal ini sempat memicu protes dari pendukung Brexit dan menyebut hal itu sebagai ancaman Uni Eropa.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×