CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Ini Daftar Sanksi yang Dijatuhkan China kepada Taiwan Terkait Kunjungan Nancy Pelosi


Jumat, 05 Agustus 2022 / 08:38 WIB
Ini Daftar Sanksi yang Dijatuhkan China kepada Taiwan Terkait Kunjungan Nancy Pelosi
ILUSTRASI. China memutuskan untuk menangguhkan ekspor pasir alam ke Taiwan dan menghentikan impor buah jeruk dan produk ikan tertentu dari Taiwan. REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan berbuntut panjang. Pada Rabu (3/8/2022), China memutuskan untuk menangguhkan ekspor pasir alam ke Taiwan dan menghentikan impor buah jeruk dan produk ikan tertentu dari Taiwan. Langkah tersebut diambil ketika Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan dalam perjalanan yang dikutuk oleh Beijing.

Melansir Reuters, dalam peringatan awal menjelang kunjungan Pelosi, bea cukai China telah menangguhkan impor dari 35 eksportir biskuit dan kue kering Taiwan sejak Senin.

Menurut data bea cukai China, pada Januari-Juni, impor China dari Taiwan mencapai US$ 122,5 miliar atau naik 7,3% dari tahun sebelumnya. Barang impor teratas termasuk sirkuit terpadu dan komponen elektronik.

Berikut adalah daftar sanksi China kepada Taiwan:

1. Pasir alam

Kementerian perdagangan China mengatakan ekspor pasir alam - yang banyak digunakan untuk konstruksi dan beton - ke Taiwan ditangguhkan mulai Rabu.

Kementerian itu menjelaskan, langkah tersebut didasarkan pada undang-undang dan peraturan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Sebelumnya, pada Maret 2007, China menghentikan ekspor pasir alam ke Taiwan karena masalah lingkungan. Larangan itu berlangsung selama satu tahun.

Menurut data resmi China, lebih dari 90% impor pasir alam Taiwan berasal dari China pada 2007.

Baca Juga: Semangat Patriotik Meletus di Media Sosial China Gara-gara Aksi Nancy Pelosi

2. Buah dan ikan

China juga menghentikan impor buah jeruk, ikan ekor rambut bergaris putih dan mackerel kuda beku dari Taiwan mulai Rabu. Alasan penangguhan adalah adanya kandungan residu pestisida yang ditemukan pada buah jeruk. Sementara jejak virus corona baru terdeteksi pada kemasan beberapa buah jeruk dan produk ikan beku di bulan Juni.

Impor makanan dan pertanian utama China dari Taiwan termasuk makanan laut, kopi, produk susu, minuman, dan cuka.

Pada Januari-Juni, barang impor pertanian dan makanan terbesar China dari Taiwan adalah ikan dan invertebrata air lainnya, dengan nilai mencapai 399 juta yuan (S$ 82 juta).

Awal tahun ini, China menangguhkan impor ikan kerapu dari Taiwan, dengan mengatakan telah mendeteksi bahan kimia terlarang.

Tahun lalu, Beijing juga menangguhkan impor nanas, apel gula, dan apel lilin dari pulau itu, dengan alasan masalah hama.

Baca Juga: Kesal dan Geram, China Tembakkan 11 Rudal di Dekat Taiwan

3. Dua yayasan

China juga berjanji untuk mengambil "tindakan disipliner" terhadap dua yayasan Taiwan yang diklaim telah secara agresif terlibat dalam kegiatan separatis pro-kemerdekaan.

Kantor berita negara China Xinhua pada Rabu mengutip Ma Xiaoguang, juru bicara Taiwan China memberitakan, kedua yayasan tersebut, yakni Yayasan Demokrasi Taiwan dan Dana Kerjasama dan Pembangunan Internasional Kementerian Luar Negeri Taiwan, akan dilarang bekerja sama dengan organisasi, perusahaan, dan individu mana pun di daratan. 

China akan menghukum setiap organisasi, perusahaan, dan individu daratan yang memberikan dukungan keuangan kepada atau melayani kedua yayasan tersebut, Xinhua melaporkan, menambahkan bahwa langkah-langkah lain akan diambil jika perlu.

Selain itu, kesepakatan atau kerja sama apa pun antara empat perusahaan Taiwan tertentu dan perusahaan daratan tidak diperbolehkan karena sumbangan mereka ke dua yayasan.

Eksekutif di empat perusahaan Taiwan - produsen solar Speedtech Energy, Hyweb Technology, produsen peralatan medis Skyla, dan perusahaan manajemen armada kendaraan rantai dingin SkyEyes - akan dilarang memasuki daratan China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×