Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.591
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS659.000 0,30%

Inilah fakta-fakta pembunuhan Khashoggi yang diungkap Presiden Turki Erdogan

Rabu, 24 Oktober 2018 / 18:22 WIB

Inilah fakta-fakta pembunuhan Khashoggi yang diungkap Presiden Turki Erdogan
ILUSTRASI. Presiden Turki Tayyip Erdogan

KONTAN.CO.ID - DW. Di hadapan anggota parlemen dari partainya AKP, Presiden Turki Recep Tayyip hari Selasa (23/10) mengatakan sistem CCTV di gedung konsulat Arab Saudi pada hari pembunuhan Khashoggi sebelumnya "sudah dipindahkan" dan hard disk yang terhubung dengan kamera juga diambil. Menurut Erdogan, penghilangan Khashoggi sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya.

Erdogan mengatakan, tim komando yang membunuh Jamal Khashoggi masuk ke Istanbul pada hari pembunuhannya. Tim itu juga kemudian mengunjungi kawasan hutan di Istanbul dan Yalova.

Pernyataan Erdogan bertentangan dengan keterangan resmi pemerintah Arab Saudi, yang menggambarkan kematian Khashoggi sebagai kecelakaan dan terjadi secara spontan. Menurut Riyadh, jurnalis kritis itu tadinya hanya mau diajak kembali ke Arab Saudi. Erdogan mengatakan, dalam pembicaraan telpon dengan Raja Salman, dia menyebut konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul "tidak kompeten".

Pembunuhan terencana

"Kami akan mengusut kasus ini dalam semua aspek… Banyak indikasi menunjukkan Khashoggi dibunuh 'dengan cara yang keji'… Ini bukan insiden spontan, melainkan direncanakan."

Erdogan juga mempertanyakan mengapa sampai saat ini jasad Khashoggi belum ditemukan? Jika Arab Saudi mengatakan menyerahkan jasadnya kepada 'pihak lokal', lalu siapa pihak lokal itu?

"Kami ingin Arab Saudi mengungkap semua pihak yang bertanggungjawab", tandas Erdogan. Dia menegaskan bahwa Turki akan melanjutkan penyelidikan sesuai UU Turki dan UU internasional. "Hanya menyalahkan beberapa pejabat intelijen tidak akan memuaskan kami", tambahnya.

Erdogan juga menyerukan agar 18 orang yang menurut pemerintah Arab Saudi ditahan karena terlibat dalam pembunuhan Khashoggi diadili di Turki. Tim penyidikan harus independen dengan anggota dari negara-negara lain. 

 

Sumber : DW.com
Editor: Sri Sayekti

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0816 || diagnostic_web = 0.5094

Close [X]
×