kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Inilah langkah radikal PM Italia yang baru


Kamis, 13 Maret 2014 / 12:29 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

ROMA. Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi berencana melakukan langkah besar untuk kembali mendorong perekonomian negara. Dia berencana menyebar insentif pajak dengan harapan mendorong pemulihan ekonomi.

Renzi, mantan walikota Florence berusia 39 tahun yang terpilih memimpin administrasi Italia sejak Januari lalu, yakin, negara tidak akan melanggar batas defisit anggaran yang dipatok Uni Eropa yaitu 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan berbagai paket pengurangan pajak, Italia akan kehilangan pendapatan pajak sebesar € 10 miliar (US$ 14 miliar) setiap bulan. Gambarannya, sebanyak 10 juta pekerja kelas bawah dan menengah dengan gaji € 1.500 akan menerima ekstra € 80 per bulan, mulai Mei mendatang.

Untuk menutup selisih pajak, pemerintah akan mengurangi anggaran belanja pemerintah pusat, mencari lebih banyak utang, dan sumber daya yang diuntungkan dari penurunan bunga pinjaman Italia yang terus melandai.

Renzi bilang, Italia tetap menargetkan defisit 2,5% dari PDB di tahun ini, setelah mencapai 3% di tahun lalu.

Tak semua pihak menyukai langkah Renzi yang terbilang radikal ini. Daniel Gros, Kepala CEPS, sebuah badan think tank di Brussels berpendapat, ongkos atau imbal hasil utang Italia justru bisa melejit mengingat utang negara yang membesar. "Anggaran pemerintah Italia tidak bisa lebih defisit lagi. Ini bukan yang Italia butuhkan," kata dia.

Sementara Menteri Ekonomi Pier Carlo Padoan meminta Renzi mengevaluasi kembali dampaknya pada keuangan publik. Dia juga berencana meminta persetujuan dari Uni Eropa mengenai target defisit dan utangnya.

Dia berharap, pengurangan pajak segera mendorong pertumbuhan, lapangan pekerjaan, serta pendapatan. Soalnya, dalam waktu dekat langkah ini akan menerbangkan beban utang Italia yang sudah mencapai € 2 triliun.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×