kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Inilah lika-liku masa perang dagang AS-China dan reaksi bursa Wall Street


Jumat, 11 Oktober 2019 / 13:46 WIB
Inilah lika-liku masa perang dagang AS-China dan reaksi bursa Wall Street
ILUSTRASI. AS dan China bertemu pada Kamis (10/10) untuk mencoba menemukan jalan keluar dari perang dagang yang sudah berlangsung 15 bulan.


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

1 Agustus 2018
S&P 500: -0,10%

Trump memerintahkan Perwakilan Dagang AS (USTR) untuk menaikkan tarif impor barang dari China senilai US$ 200 miliar menjadi 25% dari yang semula diusulkan 10%.

7 Agustus 2018
S&P 500: + 0,28%

Amerika Serikat merilis daftar barang-barang Cina senilai US$ 16 miliar untuk dikenai tarif 25%. China membalas dengan bea masuk 25% atas barang-barang AS senilai U$ 16 miliar.

23 Agustus 2018
S&P 500: -0,17%

Tarif barang yang muncul pada daftar 7 Agustus dari Amerika Serikat dan Cina mulai berlaku.

7 September 2018
S&P 500: -0,22%

Trump mengancam tarif impor barang dari Tiongkok senilai US$ 267 miliar lebih.

Baca Juga: Trump menekan perusahaan-perusahaan AS menutup bisnis mereka di China

24 September 2018
S&P 500: -0,35%

Amerika Serikat menerapkan tarif impor 10% pada barang dari China senilai US$ 200 miliar. Tarif ini akan meningkat menjadi 25% pada 1 Januari 2019. China membalas dengan mengenakan tarif impor senilai US$ 60 miliar barang dari AS.

1 Desember 2018
S&P 500: + 1,09% (Senin, 3 Desember)

Amerika Serikat dan Cina sepakat melakukan gencatan senjata selama 90 hari tarif baru impor. Trump setuju menunda kenaikan tarif impor pada barang-barang China senilai $ 200 miliar yang semula berlaku 1 Januari 2019 menjadi awal Maret 2019 selama pembicaraan antara kedua negara berlangsung. China setuju untuk membeli produk AS yang “sangat substansial”.


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×