kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.935   -77,00   -0,43%
  • IDX 6.044   157,52   2,68%
  • KOMPAS100 803   27,79   3,58%
  • LQ45 606   18,82   3,21%
  • ISSI 207   6,38   3,17%
  • IDX30 344   10,01   2,99%
  • IDXHIDIV20 425   10,62   2,56%
  • IDX80 91   3,06   3,49%
  • IDXV30 114   3,78   3,43%
  • IDXQ30 111   2,85   2,64%

Intel dan Pemerintah AS Kemungkinan Tuntaskan Hibah US$ 8,5 di Tahun Ini


Jumat, 27 September 2024 / 13:19 WIB
ILUSTRASI. Intel saat ini berada dalam kodisi penuh tekanan karena kalah bersaing dengan NVDIA dan AMD.REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Reuters,Bloomberg | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Intel dan pemerintah AS kemungkinan akan menuntaskan pendanaan langsung senilai US$ 8,5 miliar untuk pembuat chip tersebut sebelum khir tahun 2024. Sekarang prosesnya sedang dalam tahap diskusi lanjutan.

Namun menurut laporan Financial Times, tidak ada jaminan apakah diskusi tersebut akan dirampungkan sebelum akhir tahun. Saat dikonfirmasi, Intel dan Departemen Perdagangan AS tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

Sebelumnya pada Maret lalu, Presiden AS Joe Biden memberikan Intel hampir US$ 20 miliar dalam bentuk hibah dan pinjaman untuk meningkatkan produksi chip semikonduktor domestik perusahaan tersebut.

Baca Juga: Intel dalam Pembicaraan untuk Mendapatkan Investasi Hingga US$5 Miliar dari Apollo

Kesepakatan awal adalah untuk hibah senilai US$ 8,5 miliar dan pinjaman hingga US$ 11 miliar untuk Intel di Arizona. Sebagian dana tersebut akan digunakan untuk membangun dua pabrik baru dan memodernisasi pabrik yang sudah ada.

Namun keberhasilan proses hibah ini sangat dipengaruhi oleh aksi korporasi yang kemungkinan diambil Intel. Awal bulan ini, Reuters melaporkan Qualcomm telah mendekati Intel untuk menjajaki kemungkinan akuisisi.

Intel yang pernah menjadi kekuatan dominan dalam pembuatan chip. Namun kemudian menyerahkan keunggulan manufakturnya kepada pesaingnya Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) dan gagal memproduksi chip yang sangat diinginkan untuk ledakan kecerdasan buatan generatif yang dimanfaatkan oleh Nvidia dan AMD.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×