Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - LEIXLIP. Intel melancarkan ekspansinya di benua biru. Perusahaan teknologi raksasa tersebut telah memulai investasi modal sebesar €5 miliar, sekitar Rp 103,28 triliun, di fasilitas produksinya di Irlandia.
Reuters melaporkan, Senin (13/7/2026), Intel memaparkan investasi tersebut akan digunakan untuk memperluas produksi manufaktur di Eropa dan memenuhi permintaan global untuk akal imitasi (AI) dan komputasi berkinerja tinggi yang terus meningkat.
Intel mengatakan langkah ini akan memaksimalkan kapasitas di basis manufaktur Eropa, yang berlokasi di Leixlip, di luar Dublin, Irlandia. Ekspansi ini juga akan memperluas output produksi saat ini, memajukan kegiatan penelitian dan pengembangan, serta memanfaatkan kapasitas di seluruh ruang bersih yang ada.
Baca Juga: Kekhawatiran Efek Ekonomi AI Meluas, Para Pakar Desak Negara Siapkan Antisipasi
Intel adalah salah satu perusahaan multinasional utama dalam ekonomi Irlandia. Intel telah menginvestasikan €30 miliar di negara itu sejak 1989.
Lebih dari setengah investasi tersebut dibelanjakan antara tahun 2019 dan 2023 untuk menggandakan kapasitas di pabrik yang ada di negara tersebut, guna memproduksi teknologi pemrosesan tercanggih perusahaan ini.
Intel mempekerjakan sekitar 4.900 orang di Irlandia. Perusahaan ini mengatakan, program belanja modal terbarunya di fasilitas produksi di Leixlip dimulai awal tahun ini.
Baca Juga: Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dana Masuk Saham dan Obligasi
Investasi ini akan meningkatkan fasilitas fabrikasi yang ada dan memasang peralatan manufaktur mutakhir untuk menghasilkan prosesor Intel Xeon 6 dan Intel Xeon generasi berikutnya, yang dibangun di atas pabrik manufaktur Intel 3 milik grup tersebut.
"Kami tidak hanya meningkatkan produksi produk-produk penting, kami juga memastikan Irlandia tetap berada di garis depan ekosistem manufaktur tercanggih di dunia, sekaligus memperkuat peran kawasan ini dalam lanskap teknologi global," kata Naga Chandrasekaran, Wakil Presiden Eksekutif Intel Foundry, dalam pernyataan resmi, dikutip Reuters, Senin (13/7/2026).














