Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Investasi global di perusahaan antariksa melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal pertama 2026. Lonjakan ini didorong oleh pendanaan tahap akhir yang lebih besar serta meningkatnya antusiasme investor terhadap rencana penawaran saham perdana atau IPO dari SpaceX.
Data dari Seraphim Space menunjukkan total pendanaan industri antariksa mencapai US$ 7,95 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan US$ 3,93 miliar pada kuartal sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, total investasi selama 12 bulan terakhir mencapai US$ 18,8 miliar, menjadi rekor tertinggi baru bagi industri antariksa global.
Selain nilai investasi yang meningkat, jumlah transaksi juga naik menjadi 159 transaksi pada kuartal pertama. Secara tahunan, jumlah transaksi mencapai 654 kesepakatan, juga menjadi rekor baru.
Kenaikan investasi ini lebih banyak dipicu oleh ukuran pendanaan yang lebih besar dibanding peningkatan jumlah transaksi. Rata-rata nilai transaksi naik menjadi US$ 68 juta, dibandingkan US$ 35,1 juta pada kuartal IV-2025.
Baca Juga: Perang Iran Picu Lonjakan Harga Plastik hingga 40%, Industri Barang Konsumen Tertekan
Transaksi terbesar pada periode tersebut berasal dari perusahaan asal Amerika Serikat, Saronic, yang memperoleh pendanaan sebesar US$ 1,75 miliar. Nilai tersebut menjadi salah satu pendanaan terbesar dalam sejarah industri antariksa.
Lucas Bishop, Associate Investment di Seraphim Space, mengatakan pasar saat ini berada dalam kondisi “risk-on”, di mana modal mengalir cepat ke perusahaan-perusahaan yang dianggap sebagai pemimpin di sektornya.
Ia menilai ada sejumlah faktor pendorong utama, mulai dari peningkatan belanja pertahanan, ambisi baru terkait eksplorasi bulan, hingga ekspektasi investor terhadap IPO SpaceX.
IPO SpaceX dipandang berpotensi menjadi momen penting bagi investor awal dan karyawan perusahaan karena membuka peluang likuiditas. Selain itu, IPO tersebut juga dapat menjadi acuan valuasi bagi perusahaan antariksa lain yang didukung modal ventura.
Perusahaan milik Elon Musk itu dijadwalkan menggelar analyst day pada Selasa untuk memberikan gambaran lebih jauh terkait prospek bisnis dan strategi perusahaan.
Secara geografis, Amerika Utara menyumbang sekitar 70% dari total pendanaan global pada kuartal pertama 2026. Sementara itu, Eropa mencatat kinerja terbaiknya sejak 2022, sedangkan Asia berkontribusi lebih dari US$ 1,2 miliar.
Baca Juga: IEA Sebut Konflik Iran-AS-Israel Picu Krisis Energi Terburuk dalam Sejarah
Menariknya, investasi kini tidak lagi terfokus pada bisnis komunikasi satelit tradisional. Modal mulai mengalir deras ke segmen baru seperti infrastruktur luar angkasa, termasuk stasiun luar angkasa dan pusat data di orbit.
Perubahan ini mencerminkan semakin luasnya potensi pasar industri antariksa global, seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan berbasis orbit.
Momentum positif di sektor konektivitas satelit juga terlihat dari langkah Amazon yang pekan lalu mengumumkan rencana akuisisi terhadap Globalstar senilai US$ 11,6 miliar.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persaingan di industri antariksa dan satelit semakin intensif, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan komunikasi, data, dan infrastruktur berbasis ruang angkasa.
- Amazon
- Elon Musk
- Belanja Pertahanan
- IPO SpaceX
- Investasi Antariksa
- Eksplorasi Bulan
- pendanaan luar angkasa
- industri satelit
- pasar antariksa global
- Seraphim Space
- Saronic
- Globalstar
- infrastruktur orbit
- stasiun luar angkasa
- pusat data antariksa
- konektivitas satelit
- valuasi perusahaan antariksa
- tren investasi 2026













