kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Investasi Rp 2.141 triliun, Samsung mau menguasai produksi chip global


Kamis, 13 Mei 2021 / 19:42 WIB
Investasi Rp 2.141 triliun, Samsung mau menguasai produksi chip global
ILUSTRASI. Logo Samsung Electronics di Seoul Korea Selatan, March 23, 2018. REUTERS/Kim Hong-Ji/File Photo

Sumber: Reuters | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID -SEOUL. Persaingan produksi chip bakalan semakin semarak. Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics Kamis (13/5) ini mengumumkan kalau meningkatkan investasi produksi chip non-memori menjadi Rp 2.141 triliun (US$ 151 miliar) hingga tahun 2030. 

Samsung berupaya untuk terus bisa bersaing dalam produksi yang dunia tengah kekurangan pasokan.

Target investasi Samsung yang meningkat ini digunakan untuk agar mereka menjadi pembuat chip no satu di dunia. Samsung ingin menantang pesaingnya seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dan Qualcomm (QCOM) 

"Negara-negara di seluruh dunia telah memasuki persaingan ketat dengan mengatur kembali rantai pasokan di negara mereka sendiri," kata Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di situs chip Samsung di Pyeongtaek.  "Kami membutuhkan investasi pencegahan ... untuk memperkuat ekosistem industri dalam negeri dan memimpin rantai pasokan global untuk menjadikan peluang ini milik kami," ujarnya. 

Negara-negara lain juga telah berupaya untuk meningkatkan rantai pasokan chip karena kekurangan chip yang memengaruhi produksi di industri seperti otomotif. 

Sekitar 153 perusahaan chip termasuk pembuat chip memori No.1 dan 2 global Samsung dan SK Hynix sudah memiliki rencana untuk menginvestasikan 510 triliun won atau lebih antara tahun ini dan 2030, menurut Asosiasi Industri Semikonduktor Korea.

Baca Juga: Lukisan kepala beruang karya maestro Leonardo da Vinci ini tembus Rp 238 miliar

Pemeritah Korea Selatan memang terus mendukung rencana negaranya menjadi basis produksi chip. Pemerintah menawarkan keringanan pajak yang lebih besar ditambah 1 triliun won (US$ 883 juta) pinjaman untuk industri chip lokalnya.

Korea Selatan akan meningkatkan keringanan pajak menjadi 6% dari saat ini 3% atau lebih rendah untuk belanja modal antara paruh kedua tahun 2021 hingga 2024 bagi perusahaan besar yang melakukan "teknologi strategis utama" termasuk semikonduktor, kata Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi dalam sebuah pernyataan. 

Pemerintah akan menawarkan sekitar 1 triliun won pinjaman jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas produksi kontrak chip wafer 8 inci dan investasi untuk bahan dan pengemasan. Ini juga meningkatkan jumlah pekerja industri chip yang akan dididik menjadi 36.000 pada tahun 2030, lebih dari dua kali lipat dari target sebelumnya pada tahun 2019.

"Menyiapkan lingkungan di mana perusahaan pabrikan kecil dapat berkembang, dengan banyak tenaga kerja dan pengecoran, secara alami akan mendukung industri chip sistem," kata Jinwook Burm, kepala Institute of Semiconductor Engineers. 
Chip adalah barang ekspor nomor satu untuk Korea Selatan, terhitung sekitar 20% dari ekspor.

Amerika serikat juga sebelumnya pada bulan Maret melalui Presiden AS Joe Biden menandai rencana untuk menginvestasikan $ 50 miliar dalam pembuatan dan penelitian semikonduktor. 




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×