kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Investor Berbondong-Bondong Menanamkan Dana di Aset Spekulatif


Senin, 04 Maret 2024 / 04:30 WIB
Investor Berbondong-Bondong Menanamkan Dana di Aset Spekulatif
ILUSTRASI. Semangat berjudi tak hanya terlihat di pasar kripto. Permintaan opsi saham juga kembali ke level di 2021.


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - Aset spekulatif makin digandrungi pelaku pasar. Mata uang kripto bitcoin sejak pekan lalu mengalami kenaikan dan mencetak rekor tertinggi. Saham-saham yang pada tahun 2021 sempat menjadi pundi-pundi keuntungan bagi para spekulan kini kembali bangkit. Trader juga mulai berani untuk mengambil call option bullish dalam bertransaksi. Bahkan nilai transaksi meningkat, seperti di 2021 silam. 

Tahun ini mungkin menjadi tahun investor makin berani dalam melakukan investasi penuh spekulasi. Kebangkitan bitcoin dan koin meme lain, di mana harga mencetak rekor tertinggi, menjadi sebuah tanda baru. 

Semangat berjudi tak hanya terlihat di pasar kripto. Permintaan opsi saham juga kembali ke level di 2021. Beberapa saham AS yang sebelumnya berada di fase bearish, seperti Carvana Co dan Beyond Meat Inc, kembali bangkit dari tidur panjang. 

Baca Juga: Tren NIM Tinggi, LPS Bakal Usulkan Instrumen Pengendalian Agar Bank Tidak Oligopolis

Selain itu ada beberapa saham perusahaan teknologi besar juga mencapai rekor harga baru setelah melaporkan kenaikan kinerja.  Kenaikan harga saham saat ini memang bukan seperti era saham Game Stop Corp yang naik secara tiba-tiba di 2021. Namun kenaikan harga saham kali ini menjadi dorongan baru bahwa keinginan mencari aset spekulatif memang sulit dihentikan. Bahkan investor seperti telah melupakan masa sulit di 2022 lalu. 

Investor ritel saat ini kembali menikmati kenaikan harga saham Carvana yang meningkat 76% selama Februari dan saham Beyond Meat yang naik 61%.

Selain itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang minggu ini. Ini terjadi setelah rilis kinerja keuangan kuartal IV yang cukup positif. 

Efeknya, para trader banyak mengambil posisi short. Di Goldman Sachs Inc, trader yang mengambil posisi short naik 9% di minggu ini. "Minat trader ritel atas bullish call options mendekati level awal tahun 2022," menurut data JPMorgan Chase & Co. Sementara itu, ada arus dana masuk ke kurang lebih 10 kontrak opsi.

Baca Juga: Data Ekonomi AS Tertekan, Mata Uang Regional Berpeluang Rebound?

Menurut Amy Wu Silverman, Head of Derivatives Strategy RBC Capital Markets, kondisi ini terjadi seperti di masa lalu pasca Covid. Saat itu terjadi kenaikan kliring dan investor seakan ketakutan bakal  kehilangan peluang. 

Para trader obligasi memilih untuk menahan diri atas ekspektasi terhadap pelonggaran moneter ke depan. Sebelumnya ada proyeksi The Fed akan menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2024. 

Kepala Ekonom Apollo Management Torsten Slok, seperti dikutip Bloomberg, menyarankan, Federal Reserve menahan diri dan tidak memangkas suku bunga di tahun ini. "Pasar sedang melawan The Fed dan menang saat ini," kata Emily Roland, Kepala Strategi Investasi John Hancock Investment Management. 

Para trader kripto justru sudah sukses memanen hasil. Bitcoin berada di level tertinggi, karena sejumlah fund baru mulai diperdagangkan di bursa dalam mata uang digital. Kondisi ini menghasilkan miliaran dollar bergabung sejak pertama kali diluncurkan pada Januari.

iShares Bitcoin Trust milik BlackRock Inc. memecahkan rekor demi rekor. Kini AUM mencapai US$ 10 miliar hanya dalam tujuh minggu. Ini adalah pergerakan ETF tercepat yang pernah ada.

Baca Juga: Taktik Pas, Menyusun Portofolio Reksadana Campuran




TERBARU

[X]
×