kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Investor yang Ramalkan Krisis Keuangan 2008, Khawatir Sesuatu Lebih Buruk Terjadi


Senin, 14 April 2025 / 20:51 WIB
ILUSTRASI. Investor asal Amerika Serikat (AS) Ray Dalio turut dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pengusaha di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/3/2025).


Sumber: NBC News | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ray Dalio, pendiri dana lindung nilai Bridgewater Associates yang dikenal karena memprediksi krisis keuangan 2008, menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi krisis ekonomi yang lebih parah dari resesi jika kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump tidak ditangani dengan tepat.

Dalam wawancara di program Meet the Press NBC News pada Minggu (13/4), Dalio mengatakan, "Saya pikir saat ini kita berada pada titik pengambilan keputusan dan sangat dekat dengan resesi. Dan saya khawatir akan sesuatu yang lebih buruk daripada resesi jika ini tidak ditangani dengan baik."

Pernyataan tersebut disampaikan saat Dalio menanggapi pertanyaan moderator Kristen Welker terkait kemungkinan resesi akibat kebijakan tarif Trump. 

Baca Juga: CEO Jack Daniels: Penarikan Alkohol dari Toko di Kanada Lebih Buruk daripada Tarif

Ia menegaskan bahwa saat ini dunia tengah mengalami "kehancuran tatanan moneter", sebuah isu yang sebelumnya telah ia bahas panjang lebar di media sosial.

"Kita mengalami perubahan besar dalam tatanan domestik kita ... dan kita mengalami perubahan besar dalam tatanan dunia. Masa-masa seperti itu sangat mirip dengan tahun 1930-an," ujar Dalio. 

Ia menyebut kombinasi tarif, utang berlebihan, serta "kekuatan yang sedang bangkit menantang kekuatan yang ada" sebagai faktor-faktor yang "sangat, sangat mengganggu." 

Menurutnya, "cara penanganannya dapat menghasilkan sesuatu yang jauh lebih buruk daripada resesi."

Baca Juga: Bursa Kena Trading Halt, akankah Pasar Saham Lebih Buruk Dibanding Saat Covid-19?

Dalio juga menyoroti persoalan struktural dalam ekonomi AS, termasuk pertumbuhan utang yang tidak berkelanjutan dan dominasi kreditor asing seperti China. Ia menambahkan bahwa penurunan sektor manufaktur membuat AS semakin bergantung pada negara lain untuk memenuhi berbagai kebutuhan.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×