IPO Ant Financial bakal membuat pemegang sahamnya makin tajir

Rabu, 26 Agustus 2020 | 17:43 WIB   Reporter: Anggar Septiadi
IPO Ant Financial bakal membuat pemegang sahamnya makin tajir

ILUSTRASI. Dari aksi IPO nanti, kekayaan para investor Ant Financial ditaksir bakal melonjak signifikan.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Ant Financial melantai di bursa saham turut membuka tabir para orang tajir yang berada di belakang perusahaan. Ini terungkap dari dokumen yang diajukan Ant dalam pengajuan initial public offering (IPO). Dari aksi ini, kekayaan para investor Ant ditaksir bakal melonjak signifikan.

Melalui IPO, Ant menargetkan bisa mengerek tinggi valuasinya hingga US$ 225 miliar. Jika target terealisasi, Jack Ma, mantan bos Allibaba dan salah satu investor utama di Ant Financial bahkan ditaksir bisa memiliki nilai saham hingga US$ 25 miliar. Ini bakal melejitkan posisi Ma menjadi 10 orang terkaya di duia.

Melansir Bloomberg, Rabu (26/8), tak cuma Ma, 17 orang Alibaba yang memegang saham Ant juga serta merta akan masuk dalam daftar miliuner. Sementara Chairman Ant Eric Jing akan menambah kekayaanya senilai US$ 2,9 miliar.

Mayoritas miliarder di belakang Ant memang merupakan orang atau mantan proyek Alibaba Partnership. Sebuah grup yang beranggotakan 36 orang dan berdiri satu dekade lalu untuk mendorong ekspansi Alibaba dalam ekosistem ekonomi digital. Total kepemilikan saham mereka di Ant tercatat mencapai US$ 57,9 miliar.

Baca Juga: Bisa jadi IPO terbesar, Ant Financial siap melantai di dua negara

Adapaun 19 pemegang saham terbesar ersebut memiliki saham di Ant melalui Hangzhou Junao Equity Investment Partnership dan Hangzhou Junhan Equity investmen Partnership. Masing-masing menguasai 20,7% senilai US$ 67,2 miliar, dan 29,9% senilai US$ 46,5 miliar.

Sementara penguasaan saham terbesar tetap dipegang oleh Alibaba dengan 33% kepemilikan saham. Sisa 16,8% dipegang oleh 29 pemegang saham lainnya.

Meski bakal menambah pundi kekayaannya, dalam prospektus, Jack Ma menyatakan komitmennya buat mendonasikan keuntungan 611 juta saham Ant buat kegiatan filantropi. Ia juga menyatakan bakal terus mengurangi kepemilikan saham di Ant hingga 8,8% saja.

Sementara Junhan menjelaskan dalam prospektus akan memberikan opsi saham kepada para pekerjanya. Langkah ini memperkuat tren opsi saham buat para pegawai di perusahaan teknologi. Strategi ini juga bisa memikat SDM ahli untuk bergabung ke perusahaan, apalagi dengan pengumuman IPO seperti Ant

“Insentif saham mulai menjadi hal yang umum buat perusahaan teknologi, saham bisa menjadi insentif yang menarik alih-alih bonus tunai buat menarik para SDM bertalenta,” kata Dechert Chan, analis Decheert LLP.

Berkaca pada 2015, setidaknya ada 12 pemegang saham Junao yang kini sudah menjadi miliarder. Mereka antara lain mantan CEO Alibaba Jonathan Lu, mantan Shief Risk Officer Alibaba Shao Xiaofeng, yang kini menjadi sebaga Sekjen Alibaba.

Baca Juga: Walau pasar tak stabil, perusahaan internasional tetap ngotot IPO tahun ini

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru