kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

IPO dipercepat, JDE Peet’s targetkan dana US$ 2,6 miliar


Kamis, 28 Mei 2020 / 19:39 WIB
IPO dipercepat, JDE Peet’s targetkan dana US$ 2,6 miliar
ILUSTRASI. JDE Peet’s mempercepat rencana penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) di bursa Eropa.

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kopi asal Amterdam, Belanda JDE Peet’s mempercepat rencana penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO). Dorongan calon investor untuk memiliki bisnis yang solid dalam menghadapi pandemi jadi alasannya.

Melansir Bloomberg, Kamis (28/5), perusahaan yang memulai penawaran sejak Selasa lalu bakal menutupnya Kamis, pukul 16:00 waktu setempat, sementara perdagangan saham baru akan dimulai minggu depan, pada 3 Juni 2020 mendatang. JDE Peet’s menargetkan melepas 23,3 juta saham senilai € 2,9 miliar atau setara US$ 2,6 miliar.

Baca Juga: Perkuat bisnis mobil listrik, Volkswagen siap akusisi produsen mobil China

Waktu satu minggu dalam proses IPO termasuk cepat di pasar saham Eropa. Sejumlah perusahaan kandidat IPO lainnya bahkan kini tengah menghindari masa penawaran selama dua minggu untuk meminimalkan risiko volatilitas pasar akibat pandemi.

Meski demikian, JDE Peet’s sejatinya bukan satu-satunya perusahaan yang mempecepat masa penawaran IPO. Perusahaan manajemen database dan analistik Exasol AG minggu ini juga mengumpulkan € 87,5 juta dengan masa penawaran tiga setengah hari.

Adapun perusahaan video konverensi asal Noerwegia Pexip Holding ASA tiga bulan lalu juga melakukan penawaran selama seminggu.

Sumber Bloomberg menyatakan, JDE Peet’s dan para pemegang sahamnya telah menentukan harga IPO € 31,50 per saham. Dari kalkulasi Bloomberg, dengan harga tersebut, saham JDE Peet’s bakal menjadi aksi IPO terbesar di bursa Eropa tahun ini.

Dana yang dihimpun dari aksi ini untuk membayar utang, akuisisi potensial serta memperluas pangsa pasar untuk berhadapan dengan kompetitornya macam Nestle SA, dan Starbucks Corp.

Baca Juga: Isi risalah pertemuan The Fed: Stimulus berlanjut, tidak ada rencana bunga negatif



TERBARU

[X]
×