kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Iran Bangun Kembali Industri Pertahanan Lebih Cepat dari Perkiraan


Kamis, 21 Mei 2026 / 15:29 WIB
Iran Bangun Kembali Industri Pertahanan Lebih Cepat dari Perkiraan
ILUSTRASI. Kemampuan militer Iran pulih lebih cepat dari perkiraan, bahkan saat gencatan senjata. Ini mengejutkan banyak pihak. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Iran dilaporkan telah kembali memulai sebagian produksi drone militernya selama masa gencatan senjata enam pekan yang dimulai pada awal April 2026. Informasi tersebut diungkapkan oleh CNN pada Kamis (21/5/2026), mengutip dua sumber yang mengetahui penilaian intelijen Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan tersebut, intelijen AS menilai kemampuan militer Iran pulih jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan awal. Empat sumber yang mengetahui laporan intelijen itu menyebut proses pembangunan kembali kekuatan militer Teheran berlangsung secara signifikan di tengah jeda konflik.

Meski demikian, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi laporan CNN tersebut secara independen.

Perkembangan ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah di tengah hubungan yang masih memanas antara Washington dan Teheran. Pemerintah AS sebelumnya melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang berkaitan dengan fasilitas militer Iran dalam eskalasi konflik terbaru.

Baca Juga: Inggris dan Negara Teluk Sepakati Perjanjian Dagang US$ 5 Miliar per Tahun

Presiden AS Donald Trump pada Rabu (20/5) mengatakan bahwa Amerika Serikat siap melanjutkan serangan tambahan terhadap Teheran apabila Iran tidak menyetujui kesepakatan damai.

Namun, Trump juga mengindikasikan bahwa Washington masih membuka ruang diplomasi dan dapat menunggu beberapa hari untuk memperoleh “jawaban yang tepat” dari pihak Iran terkait proposal perdamaian yang diajukan AS.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah AS masih mengombinasikan pendekatan tekanan militer dan diplomasi dalam menghadapi Iran. Situasi ini juga memicu kekhawatiran pasar global terhadap potensi gangguan stabilitas geopolitik dan keamanan energi dunia, terutama di kawasan Teluk.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×