Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Iran mengecam keras sikap badan pengawas nuklir dunia International Atomic Energy Agency yang dinilai tidak tegas terhadap serangan ke fasilitas nuklir. Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, menyebut kelambanan tersebut justru “mendorong agresi” terhadap instalasi nuklir.
Dalam surat yang ditujukan kepada Direktur Jenderal IAEA pada Senin (6/4/2026), Eslami menyoroti serangkaian serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr Nuclear Power Plant, satu-satunya reaktor nuklir aktif di Iran.
Ia mengungkapkan bahwa fasilitas tersebut telah menjadi sasaran serangan sebanyak empat kali sejak konflik berlangsung. Serangan terbaru yang terjadi di sekitar lokasi pada 4 April dilaporkan menewaskan seorang petugas keamanan dan melukai beberapa lainnya.
Risiko Kebocoran Radiasi
Eslami memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir aktif berpotensi memicu kebocoran material radioaktif. Hal ini dapat menimbulkan dampak serius tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga lingkungan dan negara-negara tetangga.
Baca Juga: Intelijen Korea Selatan: Putri Kim Jong Un Dipersiapkan Jadi Penerus
Menurutnya, risiko tersebut dapat berujung pada konsekuensi yang “tidak dapat diperbaiki” apabila reaktor mengalami kerusakan akibat serangan militer.
Tuduhan Pelanggaran Hukum Internasional
Iran menilai serangan terhadap fasilitas nuklir sipil sebagai pelanggaran jelas terhadap hukum internasional. Dalam surat tersebut, Eslami juga mengkritik IAEA yang dinilai hanya memberikan pernyataan keprihatinan tanpa langkah konkret.
Ia menegaskan bahwa respons yang tidak tegas dari badan internasional tersebut berpotensi membuka jalan bagi serangan lanjutan terhadap infrastruktur nuklir.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini semakin meningkatkan kekhawatiran global, terutama terkait keamanan fasilitas nuklir dan risiko dampak lintas negara.













