Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus memanas. Di mana, serangan AS menghantam area sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr milik Iran pada Kamis (9/7/2026).
Wakil Gubernur Provinsi Bushehr, negara bagian Iran mengatakan kepada media bahwa proyektil AS tersebut menghantam area di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah itu.
Pejabat tersebut mengatakan, beberapa lokasi di provinsi Bushehr, termasuk area perimeter fasilitas nuklir, terkena serangan AS.
Sebelumnya, Iran juga menargetkan infrastruktur militer AS di negara-negara tetangga Teluk pada Kamis (9/7/2026) setelah serangan AS di provinsi pesisir selatan dan timur Iran.
Iran juga bersiap untuk menguburkan Pemimpin Tertingginya Ayatollah Ali Khamenei yang terbunuh di tempat suci paling suci di negara itu di Masyhad, di timur laut, yang merupakan puncak dari prosesi pemakaman massal dan demonstrasi selama seminggu.
Baca Juga: Iran Targetkan Infrastruktur Militer AS di Kawasan Teluk, Selat Hormuz Terancam
Khamenei tewas dalam serangan udara AS pada hari pertama perang pada tanggal 28 Februari.
Harga minyak, yang melonjak di tengah kekhawatiran atas dampak serangan baru terhadap pasokan global, turun kembali pada hari Kamis karena para investor mempertimbangkan apakah serangan tersebut bersifat taktis dan bersifat sementara atau mungkin menandakan keruntuhan total dalam gencatan senjata.
Militer AS mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan terbarunya terhadap Iran bertujuan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka setelah Iran menargetkan tiga kapal tanker di wilayah tersebut.
Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia yakin gencatan senjata sementara dengan Iran telah "berakhir".
Para pejabat Iran mengatakan serangan AS telah menewaskan 14 orang dan melukai 78 orang di lima provinsi pada tanggal 8 dan 9 Juli, media pemerintah melaporkan.
Kantor berita Fars mengatakan satu serangan AS telah menghantam jembatan kereta api yang digunakan untuk perdagangan dengan Rusia dan China.
Beberapa ledakan terdengar pada Kamis pagi di provinsi Bushehr, Iran, kantor berita semi-resmi Mehr melaporkan. Bushehr adalah rumah bagi pembangkit listrik tenaga nuklir buatan Rusia.














