Iran Sepakat untuk Memasok Rusia dengan Lebih Banyak Rudal dan Drone

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:11 WIB Sumber: Reuters
Iran Sepakat untuk Memasok Rusia dengan Lebih Banyak Rudal dan Drone

ILUSTRASI. Drone yang ditempatkan selama latihan militer di lokasi yang dirahasiakan di Iran, dalam gambar selebaran ini diperoleh pada 24 Agustus 2022. Tentara Iran/WANA (Kantor Berita Asia Barat)/Handout via REUTERS


KONTAN.CO.ID - Iran dilaporkan siap memasok Rusia dengan lebih banyak rudal dan drone di tengah berlangsungnya perang di Ukraina. Langkah ini hampir dipastikan bisa memicu kemarahan negara-negara Barat.

Kepada Reuters, dua pejabat senior Iran dan dua diplomat Iran mengatakan bahwa kesepakatan itu telah disahkan pada 6 Oktober lalu.

Saat itu Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber, dua pejabat senior dari Pengawal Revolusi Iran, dan seorang perwakilan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi mengunjungi Moskow untuk berbicara dengan Rusia tentang pengiriman senjata.

Baca Juga: Militer Rusia Gunakan Drone Bunuh Diri Buatan Iran untuk Gempur Ibu Kota Ukraina

"Rusia telah meminta lebih banyak drone dan rudal balistik Iran dengan kemampuan akurasi yang lebih baik, terutama jenis rudal Fateh dan Zolfghar," ungkap satu diplomat Iran kepada Reuters.

Fateh-110 dan Zolfaghar adalah rudal balistik permukaan ke permukaan jarak pendek buatan dalam negeri Iran yang memiliki jangkauan antara 300-700 kilometer.

"Mereka ingin membeli ratusan rudal kami, termasuk Rudal jarak menengah. Tetapi kami memberi tahu mereka bahwa kami hanya dapat segera mengirimkan beberapa ratus rudal jarak pendek Zolfaghar dan Fateh-110 yang mereka minta," kata salah satu otoritas keamanan yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Baca Juga: 15.000 Tentara Ukraina Bakal Terima Pelatihan Khusus dari Uni Eropa

Sementara itu, salah satu jenis drone yang telah disetujui pengirimannya oleh Iran adalah Shahed-136, jenis drone bunuh diri (kamikaze) yang diduga telah banyak digunakan Rusia di Ukraina.

Para sumber mengatakan bahwa pengiriman akan segera dilakukan, namun tidak bisa memberi tanggal pasti. Paket persenjataan itu akan dikirim dalam dua hingga tiga pengiriman.

Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Selasa menyangkal tuduhan bahwa negaranya telah memasok drone dan senjata lainnya ke Rusia selama perang. Sejalan dengan itu, Rusia pun membantah tuduhan bahwa militernya telah menggunakan drone buatan Iran.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru